Berita » Era Medsos, Bekerja tanpa Publikasi Dianggap tidak Berkaki

berita_29_jul_18aIbarat kata “Tak Berkesan“, itulah ketajaman istilah yg disampaikan Dr. Moh. Ismail Wahab selaku Kapuslitbang Tanaman Pangan, di depan seluruh Kepala UPT lingkup Puslitbang Tanaman Pangan, Kabid KSPHP BB Padi dan Kajaslit masing-masing UPT, saat diskusi tentang Arah dan Strategi Diseminasi Litbangtan 2018−2019 didampingi Kabag dan Kabid Puslitbang Tanaman Pangan.

Dalam menyatukan visi dan rencana kerja Puslitbang Tanaman Pangan ke depan, fondasi berpikirnya adalah bahwa membangun pertanian tanaman pangan berbeda dengan kinerja bidang teknik sipil, kinerja sebelummya tidak bisa dijadikan modal di tahun berikutnya. Kerja keras berulang kembali sejak awal. Titik seni dan sentral berpikir fokus model baku yang diinginkan Kapuslitbang Tanaman Pangan antara lain: (1) Identifikasi dan fokuskan pada varietas dan calon varietas yang memiliki keunggulan potensi baru, (2) Varietas yang bersifat pangan fungsional, dan (3) Rakitan teknologi untuk diangkat menjadi model-model inovasi.

“Inovasi harus diindeks khususnya yang telah pada tahap proses massalisasi untuk kemudian dijajal di tingkat pengembangan,” kata Ismail. “Ibarat Football, Kepala UPT yang lebih paham “Liga Berbeda tentunya Pemain juga Berbeda,” lanjutnya. Publikasi diera Medsos IT hendaknya dikemas sesuai kebutuhan publik domainnya.

Dalam kesempatan, Dr. Yuliantoro Baliadi selaku Kepala Balitkabi memaparkan bahwa rencana diseminasi akan fokus pada kedelai fungsional kaya isoflavon, estrogen nabati, dengan sederet keunggulan kesehatan, kandungan protein tinggi, rendah lemak yang sesuai untuk produk susu atau kedelai rendemen tahu tinggi, biji besar (“Edamame”). Juga ditunjukkan aneka ubi jalar sebagai pangan fungsional yang kaya betakaroten sumber pro–vitamin A dan antosianin tinggi.

Teknologi pendukung harus memiliki syarat berujung tajam/runcing sebagai jalan tembus bagi inovasi teknologi lainnya. Atasi agroklimat yang berbeda dan jadikan tantangan melalui teknologi unggul spesifik. Pengawalan ini akan amankan keunggulan varietas-varietas toleran cekaman biotik dan non biotik seperti Dena, Deja, Dering, Detap, Derap yang sudah mulai disukai petani, berdampingan dengan Anjasmoro, Argomulyo, Grobogan, dan varietas lainnya.

YB