Berita » Es Krim dan Jus Ubi Jalar Meriahkan Acara Apresiasi Lembaga Penelitian dan Pengembangan Tahun 2017

Menteri Ristekdikti berkenan mencicipi es krim ubi jalar ungu hasil inovasi Balitkabi pada acara Apresiasi Lembaga Penelitian dan Pengembangan Tahun 2017 di BPPT Jakarta.

Menteri Ristekdikti berkenan mencicipi es krim ubi jalar ungu hasil inovasi Balitkabi pada acara Apresiasi Lembaga Penelitian dan Pengembangan Tahun 2017 di BPPT Jakarta.

Hasil penelitian berupa invensi perlu dikembangkan menjadi inovasi melalui diseminasi, hilirisasi, dan komersialisasi sehingga bermanfaat bagi pengguna dan masyarakat. Upaya tersebut dapat dilakukan dengan cara kerjasama/bermitra dengan industri dan UKM.

Hilirisasi dan komersialisasi ini merupakan salah satu tuntutan Balitkabi sebagai Pusat Unggulan Iptek (PUI) yang diperoleh pada tahun 2014 dan tahun ini kembali diperpanjang oleh Kemristekdikti hingga tahun 2020. Untuk itu, Balitbangtan melalui BPATP membentuk incubator bisnis (Inkubis) pada tahun 2016 untuk hilirisasi dua produk unggulan Balitkabi, yakni es krim dan jus ubi jalar.

Bekerjasama dengan BPATP Bogor, kedua produk tersebut yang diproduksi oleh Ibu Detin Khoeretin asal Ciamis sebagai Inkubis turut dipamerkan pada acara Apresiasi Lembaga Penelitian dan Pengembangan Tahun 2017 yang diselenggarakan oleh Kemristekdikti di Gedung BPPT Jakarta tanggal 13‒14 Desember 2017. Bapak Prof. Dr. Mohammad Natsir, Menteri Ristekdikti yang berkenan mencicipi es krim ubi jalar ungu tersebut member apresiasi terhadap rasa dan teksturnya.

Demikian pula kesan para pengunjung setelah merasakan legitnya es krim dan segarnya jus ubi jalar. Selain sebagai pewarna alami, antosianin yang terdapat pada ubi jalar ungu dan beta karoten pada ubi jalar orange masing-masing memiliki kemampuan sebagai antioksidan dan sumber provitamin A sehingga bermanfaat bagi kesehatan.

Sekitar 500 cup es krim dan 50 botol jus yang disediakan selama dua hari pameran ternyata cukup disukai pengunjung. Beberapa pengunjung juga berminat untuk memesan es krim untuk dikirim ke Bandung dan Bali, sehingga kedepan perlu dipikirkan lebih lanjut metode pemasaran dan transportasinya. Hal ini menunjukkan, bahwa produk hasil penelitian lembaga riset juga dapat dikembangkan dan dikomersialisasikan oleh UKM sehingga lebih dikenal oleh masyarakat dan memberi manfaat/keuntungan kepada UKM tersebut. Semoga hasil riset lainnya menyusul…

Pengunjung pameran antusias menikmati jus ubi jalar .

Pengunjung pameran antusias menikmati jus ubi jalar .

EG/NP