Berita » Etika Disiplin dan Kinerja Diri di Era Revolusi Industri 4.0

berita_18-7-18Angkat tema “Manajemen Peningkatan Disiplin, Etika, dan Kinerja ASN”, Deputi Bidang Pengawasan dan Pengendalian Biro Kepegawaian Negara, I. Nyoman Arsa S.H., M.Si mengingatkan bahwa ketiga aspek tersebut letaknya paling dekat dengan mereka yang kita layani, dapat dirasakan langsung di era masyarakat melek informasi, cenderung rewel, dan penuh gerutu. Pelayanan Prima tidak cukup hanya cepat dan berkualitas saja, namun dibarengi sapa dan senyum. Hal tersebut disampaikan masih dalam acara Forum Koordinasi UPT Kementerian Pertanian hari kedua tanggal 16 Juli 2018 di Bogor.

Disiplin, etika, dan kinerja yang diibaratkan sakit akan menyebabkan pembusukan pada instansi dan juga individu pegawai. Sentuhan 14 fungsi ASN diharapkan bisa pungkasi selain pembinaan dan penindakan.

Penerapan CAT (Computer Assisted Test) di fase rekruitmen awal ASN diharapkan bisa memperoleh ASN kompeten dan kapabel dalam kinerja, memiliki motivasi, value, untuk berikan kinerja superior.

“Hati-hati dengan Era Revolusi Industri 4.0,” kata Nyoman. Hampir seluruh tatanan akan alami disruption. Apa yang kita miliki sekarang akan usang terutama yang bersifat pelayanan rutin. Cepat lambat itu akan terjadi. Komputer dan Robot jadi satu ikon baru, cepat, terbuka dan tersistem.

Kepala UPT juga harus mampu mengubah agar tidak ikut usang dengan wujudkan ASN yang memiliki Soft Competensi, yang hanya bisa dikuasai kesadaran masing-masing  individu untuk belajar. Wujudkan citra diri, citra instansi berbasis PP No. 42 Tahun 2004 tentang pembinaan jiwa korps dan kode etik PNS. Kode etik adalah pedoman sikap, tingkah laku dan perbuatan PNS didalam melaksanakan tugasnya dan pergaulan hidup sehari-hari. Soft competensi dalam Permenpan No. 38 Tahun 2017 menyangkut aspek terdalam dari manusia dan butuh pembinaan konsisten.

YB