Berita » Menuju Pusat Unggulan Iptek Akabi

Lembaga litbang sebagai pengembang IPTEK harus semakin mengemuka. Kemenristek menggagas Pusat Unggulan Iptek (center of excellent) yang tujuannya adalah meningkatkan kapasitas dan kapabilitas kelembagaan, sumberdaya, dan jaringan iptek dalam bidang-bidang prioritas spesifik agar terjadi peningkatan relevansi dan produktivitas serta pendayagunaan iptek dalam sektor produksi untuk menumbuhkan perekonomian nasional dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakatBalitkabi sebagai lembaga IPTEK mengusulkan Pusat Unggulan IPTEK dengan ruang lingkup Pusat Riset Aneka Kacang dan Umbi. Berdasarkan Keputusan Deputi Bidang Kelembagaan Kementerian Riset dan Teknologi, Balitkabi ditetapkan sebagai lembaga calon Nominee) Pusat Unggulan IPTEK bersama dengan 14 lembaga lainnya di Indonesia. Proses verifikasi data (fact finding) untuk Balitkabi dilakukan 11 Juli 2014 oleh Prof. Benyamin Lakitan dan Dr. Sahat M Pangabean.
Proses fact finding, diskusi dan kunjungan fasilitas penelitian
Pembukaan proses fact finding diikuti oleh peneliti senior, Pejabat Eselon IV dan Ketua Kelti di Balitkabi. Dalam sambutan pembukaan, Kepala Balitkabi, menyampaikan penghargaan dan terima kasih atas penetapan Balitkabi sebagi salah satu nominee PUI, dan dukungan SDM dan sarpras, Balitkabi bisa digerakkan menjadi Pusat Riset Akabi. Penyampaikan oleh Prof. Benyamin Lakitan bahwa era saat ini semakin menuntut kerja terstruktur dan terdokumentasikan secara cermat dan benar. Dicontohkan bahwa Prof. Benyamin memanfaatkan blog terhadap seluruh hasil karyanya sehingga dapat diakses oleh siapa saja dan dengan cara tersebut maka kemudahan dan kecepatan memberikan informasi semakin cepat dan akurat. Diskusi tentang PUI dilakukan oleh peneliti Balitkabi dengan tim fact finding dari Kemenristek.Fact finding yang dipimpin oleh Dr. Sahat, juga menyampaikan bahwa PUI harus mampu memperkuat kelembagaan IPTEK, dalam hal ini penguatan berada pada lembaganya. Di bawah Badan Litbang Pertanian terdapat 5 UPT yang ditetapkan sebagai nominee. Dari hasil verifikasi, proposal PUI dan borang yang disiapkan oleh Balitkabi, berada dalam porsi baik, walaupun masih ditemukan beberapa ketidakse­suaian dan harus diselesaikan secepatnya.Pada penutupan fact finding disampaikan bahwa ruang lingkup yang diusulkan sudah sesuai dengan kompetensi Balitkabi, memiliki kemauan kuat untuk menjadi Pusat Unggulan dan kekurangsesuaian diminta segera diselesaikan. Juga disampaikan bahwa Balitkabi dapat direkomendasikan untuk diusulkan menjadi salah satu PUI pada sidang penetapan PUI, dengan catatan terlebih dahulu mendapatkan akreditasi KNAPPP.

MMA/AW