Berita » FGD Penyiapan Pedum Produksi dan Distribusi Benih Kedelai

Perbanyakan benih kedelai diawali dari penyediaan benih penjenis (BS) oleh Balai penelitian bidang komoditas, sebagai sumber perbanyakan benih dasar (BD), benih pokok (BP), dan benih sebar (BR). Kesinambungan alur perbanyakan benih tersebut sangat berpengaruh terhadap ketersediaan benih sumber yang sesuai dengan kebutuhan produsen/penangkar benih, dan menentukan proses produksi benih sebar. Kelancaran alur perbanyakan benih juga sangat menentukan kecepatan penyebaran varietas unggul baru (VUB) kepada para petani. Masalah yang dihadapi dalam perbenihan kedelai saat ini adalah: (1) belum semua varietas unggul yang dilepas dapat diadopsi petani atau pengguna, (2) ketersediaan benih sumber dan benih sebar secara ”enam tepat” belum dapat dipenuhi, (3) belum optimalnya lembaga produksi dan pengawasan mutu benih, dan (4) belum semua petani menggunakan benih unggul bermutu/bersertifikat. Oleh karena itu, diperlukan pedoman produksi dan distribusi benih kedelai guna mengatasi permasalahan tersebut. Kegiatan penyediaan benih kedelai melibatkan berbagai institusi. Oleh karena itu diperlukan Pedoman Umum Produksi Benih agar pelaksanaan kegiatan tersebut di lapangan dapat berjalan lancar dan terkoordinasi. Forum Group Discussion Penyusunan Pedoman Umum Produksi dan Distribusi Benih Kedelai telah dilakukan di Depok (11/10), diikuti oleh peneliti Badan Litbang Pertanian, perwakilan Direktorat Perbenihan, Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbi, BPSB, BBI dan Penangkar. Draft Pedum Produksi Benih dan Distribusi benih kedelai dipaparkan oleh Prof. Dr. Marwoto. Isi buku pedum mencakup Permasalahan, Sistem Produksi Benih Kedelai, Teknik Produksi Benih, Sistem Pengendalian Mutu, Distribusi benih dan Optimalisasi Kelembagaan perbenihan. Saran penyempurnaan dari penangkar, BBI, BPSB, Direktorat Perbenihan dan Direktorat Budi Daya Aneka Kacang dan Umbi, telah di tampung dan langsung diakomodasi sehingga draft buku Pedoman Umum Produksi dan Distribusi Benih kedelai telah rampung dan siap untuk dicetak. Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan Dr. Hasil Sembiring mengharapakan buku pedoman umum ini dapat di pakai sebagai acuan dalam penyediaan benih sumber kedelai oleh berbagai balai penelitian dan balai pengkajian lingkup Badan Litbang Pertanian. Pedoman umum ini juga dapat dipakai sebagai acuan bagi Balai Benih Induk (BBI), Balai Benih Utama (BBU), atau penangkar dalam memproduksi benih bermutu guna mendukung upaya penyediaan benih unggul mendukung peningkatan produksi kedelai.
Dr. Hasil Sembiring Kapuslitbangtan memberikan pengarahan dan peserta FGD