Berita » FGD untuk Pemantapan TSP Balingtan

Taman Sains Pertanian (TSP) merupakan salah satu upaya untuk penciptaan ilmu dan teknologi yang berfungsi sebagai penyedia pengetahuan terkini, penyedia solusi teknologi dan sebagai pusat pengembangan aplikasi teknologi pertanian tingkat lanjut bagi perekonomian lokal.

Dengan terbangunnya TSP yang mapan maka diharapkan arus informasi teknologi ke setiap TTP dan masyarakat dapat terlaksana dengan cepat dan lancar. Balingtan (Balai Penelitian Lingkungan Pertanian) sebagai salah satu TSP dengan agroekologi lahan sawah tadah hujan berupaya untuk mewujudkan 20 demplot/display berbasis 5 komoditas (padi, jagung, kedelai, tebu dan ternak) dan 15 komoditas pendukung lainnya.

Diharapkan TSP Balingtan dapat menjadi acuan pengembangan pertanian ramah lingkungan berbasis agroekologi lahan sawah tadah hujan. Secara fisik TSP KP Jakenan sudah tertata sesuai site plan yang direncanakan. Bangunan gedung-gedung kondisinya sudah hampir selesai termasuk adanya laboratorium terpadu dan gedung lainnya.

Misi besar ini dapat terwujud bila ada kerja sama dari seluruh elemen pendukung terutama dari lingkup Balitbangtan. Focus Group Discussion (FGD) adalah salah satu kegiatan yang diperlukan dengan melibatkan pakar/peneliti di Balitbangtan untuk memantapkan inovasi teknologi lahan sawah tadah hujan.

Gapura Balai Penelitian Lingkungan Pertanian.

Gapura Balai Penelitian Lingkungan Pertanian.

Pembukaan FGD oleh Ka Balingtan (kiri) dan penutupan oleh Ka Puslitbang TP (kanan).

Pembukaan FGD oleh Ka Balingtan (kiri) dan penutupan oleh Ka Puslitbang TP (kanan).

FGD dibuka oleh kepala Balingtan dan dilaksanakan pada tanggal 19‒21 Mei 2015. Dalam sambutannya kepala Balingtan Dr. Prihasto Setyanto menekankan perlunya koordinasi antara para koordinator lapang dengan para peneliti balai komoditas agar penampilan TSP bisa lebih optimal.

Balingtan ke depan harus menjadi rujukan untuk pengembangan pertanian yang ramah lingkungan, khususnya untuk agroekologi lahan kering iklim kering dataran rendah. FGD membahas berbagai informasi tentang komoditas unggul lahan kering iklim kering dataran rendah, teknologi budidaya di lahan kering iklim kering, penyusunan work plan dan bussines plan berkelanjutan dan ketersediaan link teknologi untuk diintroduksikan di TTP yang sesuai dengan kondisi iklim TSP KP Jakenan.

Sebelum diskusi dilakukan, terlebih dahulu peserta diajak berkeliling ke lokasi TSP dimana beberapa komoditas akan ditanam. Selain itu juga ditunjukkan beberapa fasilitas yang tersedia di lokasi (laboratorium, kandang ternak, embung, dsb).

Diskusi kelompok dilakukan berdasarkan komoditas oleh koordinator lapang bersama peneliti dari Balai yang terkait dan membahas berbagai hal termasuk varietas, teknologi budidaya, hama penyakit, panen dan pasca panennya. Dalam diskusi juga berkembang upaya untuk meningkatkan program perbenihan untuk menjamin keberlanjutan pertanaman dan minimal bisa menyediakan benih untuk TTP yang berkaitan.

Oleh karena itu ke depan koordinasi intensif perlu untuk terus dilakukan. FGD ditutup oleh Kapuslitbang TP Dr. Made Jana Mejaya pada tanggal 21 Mei 2015. Dalam arahannya Kapuslitbang TP menekankan perlunya pelestarian sumberdaya genetik untuk menjamin keberlangsungan TSP dan mengurangi risiko punahnya asesi yang bersangkutan.

Keadaan pertanaman yang ada saat ini.

Keadaan pertanaman yang ada saat ini.

Suasana diskusi di lapangan.

Suasana diskusi di lapangan.

RI/KN