Berita » Field Visit Semarakkan Acara “Annual Asia Sweetpotato Breeders and Seed System Meeting”

Salah satu agenda dalam “Annual Asia Sweetpotato Breeders and Seed System Meeting” adalah kunjungan lapang ke Balitkabi, sentra ubijalar Tumpang dan Bakpao Telo yang dilaksanakan pada tanggal 1 Juni 2016. Di Balitkabi, peserta meeting yang berjumlah 20 orang mengunjungi antara lain: (1) Persemaian benih (± 10.000 seedling) dan pembibitan (± 5.000 ubijalar kaya beta karoten) di rumah kaca Balitkabi (kerjasama Balitkabi-CIP) dipandu oleh Dr. M. Jusuf, (2) Koleksi plasma nutfah ubijalar di Kebun Percobaan Kendalpayak yang terdiri atas 18 varietas unggul dan 317 klon lokal dari berbagai daerah di Indonesia dipandu oleh Wiwit Rahajeng, S.P. dan Joko Restuono, S.P., serta (3) Model konservasi plasma nutfah ubi jalar dalam jumlah besar (tanaman F1 sebanyak ± 1.500 klon) dengan metode “double row” dipandu oleh Febria Cahya I., M.P.

Dr. M. Jusuf menjelaskan tentang perbanyakan ubijalar kaya beta karoten yang benihnya berasal dari CIP (kiri), dan demo cara penanaman stek ubijalar di kebun percobaan Kendalpayak (kanan).

Dr. M. Jusuf menjelaskan tentang perbanyakan ubijalar kaya beta karoten yang benihnya berasal dari CIP (kiri), dan demo cara penanaman stek ubijalar di kebun percobaan Kendalpayak (kanan).

Selanjutnya peserta menuju ke aula Balitkabi untuk menyaksikan display produk olahan ubijalar antara lain: onde-onde, puding, kue mangkok, roll cake, mie, selai, es krim dan donat yang diolah dari pasta ubijalar, sedangkan brownis, kue kering lidah kucing dan choco chips diolah dari tepung ubijalar serta tiwul dari campuran tepung ubikayu dan tepung kacang hijau yang disiapkan oleh Ir. Erliana Ginting, M.Sc. dan tim dari Laboratorium Pangan Balitkabi.

Ir. Erliana Ginting, M.Sc. menjelaskan produk olahan berbahan baku ubijalar (kiri), Foto bersama peserta workshop dengan Kepala Balitkabi (Dr. Didik Harnowo) di Aula Balitkabi (kanan).

Ir. Erliana Ginting, M.Sc. menjelaskan produk olahan berbahan baku ubijalar (kiri), Foto bersama peserta workshop dengan Kepala Balitkabi (Dr. Didik Harnowo) di Aula Balitkabi (kanan).

Para peserta sangat tertarik melihat produk olahan ubijalar tersebut dan antusias mencicipinya. Beberapa komentar dari mereka, antara lain “wonderful”, kata Maria Isabel dari Monzambique, sementara Gruneberg Wolfgang dari CIP Peru sangat tertarik dengan mie yang disebutnya spaghetti.

Demikian pula dengan Miss Hai dari Vietnam sangat menyukai produk kue dan memberi komentar “good texture, taste, and beautiful”. Beliau juga tidak dapat membedakan antara mie dari ubijalar dan yang terbuat dari tepung terigu. Simon Heck (Program Leader Sweetpotato CIP) menyatakan “ excellent display, very good and tasty food samples, more impressive than other displays have seen in other countries”. Dr. Md. Jahangir Hossain (Director of Tuber Crops Research Center (TCRC) – Bangladesh Agricultural Research Institute (BARI) juga menyampaikan” Really. It is impressive. I have never seen variation sweetpotato prossessing product like in ILETRI. I want to start in my country”.

Para peserta mengambil foto ubijalar kukus dan jus ubijalar (kiri), serta menikmati sajian ubijalar kukus dan jus ubijalar (kanan).

Para peserta mengambil foto ubijalar kukus dan jus ubijalar (kiri), serta menikmati sajian ubijalar kukus dan jus ubijalar (kanan).

Dari Balitkabi, kunjungan dilanjutkan ke Desa Wringinsongo, Kecamatan Tumpang. Disana para peserta melihat pertanaman ubijalar petani yang menggunakan varietas lokal seperti IR. Melati, Pak Ong dan Cilembu, serta varietas unggul yang telah dilepas Balitkabi, diantaranya Beta-2. Dr. M. Jusuf (Pemulia ubijalar Balitkabi) juga memandu peserta ke lokasi percobaan ubijalar Balitkabi.

Beberapa penelitian yang dikunjungi peserta antara lain: identifikasi klon-klon ubijalar dengan berkadar gula dan pati tinggi, uji ketahanan klon-klon ubijalar terhadap penyakit scab (Sphaceloma batatas), uji daya hasil lanjutan klon-klon ubijalar dengan kandungan antosianin dan beta karoten tinggi. Selanjutnya para peserta berdiskusi sambil menikmati jus ubijalar orange dan ungu serta ubi kukus dari varietas Antin 2, Beta 3 dan Cilembu.

Ubijalar yang siap diolah di Bakpao Telo (kiri), Para peserta antusias melihat prosesing ubijalar didampingi oleh pemandu dari Bakpao Telo (kanan).

Ubijalar yang siap diolah di Bakpao Telo (kiri), Para peserta antusias melihat prosesing ubijalar didampingi oleh pemandu dari Bakpao Telo (kanan).

Kunjungan terakhir dilakukan ke Bakpao Telo (perusahaan yang memproduksi berbagai produk olahan terutama dari ubijalar ungu) di Lawang. Peserta diajak melihat proses pengolahan dan pemasarannya. Para peserta tampak sangat menikmati kegiatan field visit ini. Prof. Dr. Dilberto O. Ferraren dari Filipina mengatakan “Great systematically arranged field visit. The object is complete, not only visit to research field, farmers, food processing but also to sweetpotato bussines”.

FCI/MJ/EG