Berita » Gebyar Perbenihan 2016

Varietas unggul baru harus sesegera mungkin diperkenalkan kepada pengguna, yang salah satunya melalui agenda Gebyar Perbenihan Tanaman Pangan Tingkat Nasional. Gebyar Perbenihan tahun 2016 adalah yang keempat, dilaksanakan di Desa Puyung, Jonggat, Lombok Tengah, 19–22 Juli 2016.

Dilaporkan oleh Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi NTB, bahwa industri perbenihan berpotensi sebagai penggerak perekonomian. Gebyar Perbenihan IV dihadiri sekitar 1000 peserta yang diantaranya adalah seluruh jajaran BPSB se Indonesia. Beberapa peneliti dari BB Padi, Balitsereal dan Balitkabi (Ayda Krisnawati, Nila Prasetiaswati, Muchlish Adie) hadir pada agenda di NTB tersebut.

Selain berbagai acara diskusi dan sarasehan terkait perbenihan, juga digelar di lapang beberapa varietas tanaman pangan, di antaranya 16 varietas kedelai, 11 varietas kacang hijau, 7 varietas kacang tanah, 1 varietas koro pedang, 1 varietas talas.

Menurut Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Dr. Hasil Sembiring, potensi genetik varietas akan tertampilkan secara maksimal jika ditanam pada wilayah yang tepat. Karenanya pemetaan varietas harus sudah dilakukan, dan segera dilakukan.

Gebyar Perbenihan IV dibuka secara resmi oleh Gubernur Provinsi NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi. Sekali lagi Gubernur menekankan bahwa industri perbenihan adalah penting, sebagai penyedia kesempatan kerja dan kesempatan berusaha.

Saatnya seluruh insan, pemangku amanah pembangunan pertanian, menyadari peran masing-masing. Diingatkan bahwa terjadinya konflik global karena persaingan dalam hal energi, sumberdaya air, dan pangan harus diantisipasi.

Impor pangan tidak akan bersifat langgeng karena peningkatan penduduk di negara produsen pangan juga meningkat. Dimintakan kepada penggerak sektor pertanian, harus cerdik pandai dalam memahami sumber daya alam. Manfaatkan dan jangan berlebihan.

Pembukaan Gebyar Perbenihan IV dan peragaan komoditas pangan di lapang.

Pembukaan Gebyar Perbenihan IV dan peragaan komoditas pangan di lapang.

Pada Gebyar Perbenihan IV, peneliti Balitkabi, Muchlish Adie, diundang sebagai pemateri yang terkait dengan komoditas aneka kacang dan umbi.

Pada saat diskusi di lapang, para peserta cukup antusias mendiskusikan teknologi produksi benih dan masalah perbenihan. Pada kesempatan tersebut Balitkabi juga menyampaikan buku Teknologi Produksi Benih dan Leaflet varietas akabi.

MMA