Berita » Gelar Kedelai di Pasang Surut Riau

gelar-kedelai-di-riau_edt_page_4

Lahan pasang surut sangat luas. Simak paparan Kepala Badan Litbang Pertanian, Dr. Haryono, lahan rawa di Indonesia mencapai 33,4 juta ha yang tersebar di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Dari luasan itu 9,53 juta ha cocok untuk pertanian, sementara yang sudah dimanfaatkan baru 5,4 juta ha yakni rawa pasang surut 4,1 juta ha dan rawa lebak 1,3 juta ha. Masih tersisa 4,13 juta ha yang belum dimanfaatkan. Memang, Badan Litbang Pertanian akan menggerakkannya untuk penyangga pangan, khususnya padi.

 

 

 

Tanam perdana oleh KaDiperta Indragiri Hilir

Tetapi bagaimana peluang kedelai. Balitkabi sebenarnya telah merakit teknologi kedelai untuk lahan pasang surut, yang penelitiannya dilakukan di Jambi sejak 2007 yang lalu, saat ini telah tersusun teknologinya. Artinya melirik kembali potensi lahan pasang surut, tentu bukan hal baru untuk budidaya kedelai. Menjawabnya, Balitkabi melakukan Gelar Teknologi Kedelai di lahan pasang surut (tipe C dan D) di Riau, seluas 10 ha. Lokasinya di lahan pasang surut dusun Suka Mandiri, Desa Pangan Jaya, Kecamatan Enok, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) di Provinsi Riau. Introduksi teknologinya berupa penanaman dengan cara tugal, dengan jarak tanam 40 x 15-20 cm, 2 biji per lubang. Pupuk yang digunakan adalah Dolomit 500 kg, 200 kg Ponska, dan 50 kg SP 36 per hektar. Pupuk dolomite diberikan sebelum tanam, sedangkan pupuk Ponska dan SP36 diberikan setelah tanaman berumur 10 hari, seluruh pupuk diberikan dengan cara disebar. Varietas yang digelar adalah Kaba, Argomulyo, Wilis dan Tanggamus.

Peneliti Balitkabi dan BPTP Riau, memberikan petunjuk pada petani

Survei penentuan lokasi Gelar Teknologi dilakukan oleh peneliti Balitkabi, Abdullah Taufiq MS (Ahli Tanah) dan Gatut Wahyu MP (Pemulia Kedelai), bersama-sama peneliti BPTP Riau. Tanam perdana Gelar Teknologi, 1 Mei 2012, oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Indragiri Hilir (Bapak Wiryadi), disaksikan peneliti BPTP Riau, penyuluh dan peneliti Balitkabi. Kelompok Tani Sumber Makmur menjadi mitra Balitkabi dalam menggelar teknologi kedelai di lahan pasang surut tersebut. Dulunya petani menanam kedelai, tetapi sudah hampir lima tahun tidak menanam kedelai lagi, karena kesulitan benih. Varietas yang dulunya ditanam adalah Wilis. Ketertarikan petani untuk menanam kedelai karena permintaan kedelai cukup tinggi, pemasaran tidak bermasalah, ujar petani. Harapan Kepala Diperta, dengan Gelar Kedelai ini, petani dapat melihat, mengamati dan nantinya mempraktikan percontohan kedelai ini. Dan pada akhirnya minat petani menanam kedelai, tumbuh kembali.

Doa bersama sebelum tanam kedelai