Berita ยป Gelar Teknologi Aneka Kacang dan Umbi di Kalimantan Selatan

Badan Litbang Pertanian sebagai penghasil inovasi teknologi pertanian terkemuka terus mempercepat laju diseminasinya agar inovasi yang telah dihasilkan sesegera mungkin sampai ke tangan pengguna. Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi sebagai salah satu UPT Badan Litbang Pertanian melakukan Gelar Teknologi Aneka Kacang dan Umbi di Tanah Laut Kalimantan Selatan pada 28 September 2013, dihadiri oleh Kepala BPTP Kalsel beserta penelitinya, Stah Ahli Bupati Tanah Laut, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan, Kepala Ketahanan Pangan, Badan Pertanahan Kalsel, jajaran Muspika, dan diikuti oleh sekitar 200 petani, penyuluh, petugas perbenihan. Agenda Gelar Teknolologi diawali dengan kunjungan lapang ke Gelar varietas aneka kacang dan umbi. Peragaan 8 varietas kedelai, 6 varietas kacang tanah, 8 varietas kacang hijau dan 7 varietas ubijalar; tidak hanya memperkenalkan keragaan varietas unggul bahkan di antaranya adalah varietas yang baru dilepas; juga memberikan pengetahuan tentang teknologi budidaya, peluang ancaman OPT dan pengelolaannya, dan yang paling penting adalah peluang pemanfaatan lahan untuk aneka kacang dan umbi pada MK2, yang hingga saat ini sebagian lahan memang tidak dimanfaatkan pada MK2. Kunjungan lapang yang dipandu oleh Prof. Marwoto memang menarik perhatian pengunjung, khususnya para pejabat, karena peluang pemanfaatan lahan pada MK2 cukup besar dan keragaan varietas yang diperagakan juga berpeluang memberikan hasil tinggi.
Stah Ahli Bupati yang mewakili Bupati Tanah Laut menyampaikan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada Balitkabi yang telah memberikan pendampingan di lapang. Pertanian di Tanah Laut sudah saatnya digerakkan, jangan hanya bergantung pada hasil tambang yang suatu ketika akan habis. Senada juga disampaikan oleh Kepala BPTP Kalsel, Dr. M. Yasin, atas kerjasamanya dengan peneliti BPTP, ikut berperan dalam memberikan diseminasi dan gelar di lapang telah membuktikan dengan sentuhan teknologi mampu memeragakan pertumbuhan aneka kacang dan umbi yang cukup bagus. Gelar teknologi yang semacam ini akan mempermudah dan mempercepat penyampaian teknologi kepada pengguna. Kepala Puslitbang Tanaman Pangan, Dr. Hasil Sembiring, memberikan apresiasi kepada peneliti Balitkabi yang dilandasi ketulusan dan keikhlasan, mampu menyampaikan inovasi yang dihasilkan melalui saluran yang sangat tepat melalui gelar dan temu lapang. Apalagi juga disampaikan varietas unggul terbaru bahkan sangat baru, dan diharapkan BPTP Kalsel dan Dinas Pertanian dapat memanfaatkan dan mempercepat penyampaian teknologi kepada petani. Peserta temu lapang juga menyampaikan beragam harapan dan pertanyaan di antaranya upaya mendapatkan potensi hasil seperti yang tertulis di deskripsi; saat tanam yang tepat; kurangnya alat pascapanen; bahkan dipertanyakan mengapa pertumbuhan kacang hijau kurang optimal. Yang mengejutkan pengembangan ubikayu telah dilakukan namun tidak dipanen karena tidak ada pembeli. Gelar teknologi yang dilakukan oleh peneliti tidak hanya efektif mendiseminasikan inovasi baru tetapi juga memiliki kandungan memperdekat jarak peneliti dengan petani.

Mwt./MMA