Berita ยป Geliat Ubikayu di Sumut

Ubikayu, saat ini, tampil sebagai komoditas menjanjikan. Pesatnya perkembangan industri berbahan baku ubikayu, berdampak terhadap perkembangan luas tanam ubikayu meningkat di berbagai kawasan di nusantara, termasuk di Provinsi Sumatera Utara.
Kunjungan ke Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara, 22 Juli 2013, diterima oleh Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan (Bpk Ayub). Selain dipaparkan tentang program dan kendala pengembangan kedelai, yang menarik, disampaikan tentang pengembangan ubikayu di Sumatera Utara. Luas tanam meningkat drastis dan terjadi di beberapa kabupaten di Sumut, hal ini disebabkan karena berdirinya industri berbahan baku ubikayu (tepung ubikayu) dan terdapatnya industri yang membuat Cassava Chip untuk diekspor.
Sukses mengimpor Cassava Chip, petani bergairah menanam ubikayu (Foto Diperta Provinsi Sumut) Prospek ubikayu karena mampu dibudidayakan dari elevasi rendah hingga 1000 m dpl. Lahan marjinal pun sekarang ditanami ubikayu, karena harga yang menjanjikan yakni Rp 1.500/kg. Sejak setahun yang lalu petani cenderung menanam ubikayu dengan populasi tinggi, hingga 20.000 tanaman/ha. Umumnya petani menggunakan varietas Adira 4. Pernah dicoba UJ 3 dan UJ 5 tetapi produksinya tidak setinggi Adira 4. Harapannya, terdapat varietas ubikayu yang sesuai ditanam dengan populasi rapat dengan produksi tinggi serta ukuran umbi tidak terlalu besar sehingga panen mudah dilakukan.
MMA/AW