Berita » Gerakan Tanam Kedelai di Jawa Timur

agerakan-tanam

Untuk meningkatkan produksi kedelai di Jawa Timur, Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan Evaluasi Gerakan Tanam dan Panen Kedelai di Surabaya, 24–25 November 2014, dihadiri peserta dari 20 Dinas Pertanian Kabupaten yang ada di Jawa Timur. Pada kesempatan tersebut, Balitkabi yang diwakili Prof. Dr. Arief Harsono menyampaikan pemikiran tentang: Strategi tanam dan tanam serempak untuk meningkatkan produksi kedelai, dengan lima pokok pikiran, yaitu tentang: (1) Program kedelai dalam pembangunan pertanian ke depan, (2) Perkembangan kedelai di Indonesia dan Jawa Timur dalam 10 tahun terakhir, (3) Target peningkatan produksi kedelai menuju swasembada tahun 2017, (4) Strategi mencapai target produksi, dan (5) Strategi tanam serempak dan kesiapan teknologi, dan 6) Implementasi kebijakan yang dibutuhkan.

Untuk mencapai sasaran produksi, menurut Prof Arief Harsono, perlu dibangun usahatani kedelai yang berorientasi kawasan, dalam skala luas yang ekonomis dan waktu tanamnya serempak. Beberapa tahapan kerja yang harus disiapkan agar dapat melaksanakan tanam kedelai serentak dengan baik, diantaranya adalah: (1) Pemilihan wilayah dalam skala luas yang memadai, (2) Sosialisasi pelaksanaan program di wilayah target, (3) Penyediaan/bantuan sarana produksi (benih, pupuk dan pestisida), 3) Penataan pola tanam setahun sejak awal, (4) Bantuan alsintan untuk penyiapan lahan, tanam, pemeliharaan tanaman, panen dan prosesing hasil, (5) Penyediaan bantuan skim pembiayaan, (6) Rehab jaringan irigasi yang rusak, (7) Integrasi dan sinergisme antar instansi terkait, dan (8) Melibatkan pelaku agribisnis untuk menghidupkan usahatani kedelai di pedesaan.


Implementasi dari gerakan tersebut membutuhkan dukungan dari penentu kebijakan pusat dan daerah, terutama dalam pencanangan dan implementasi program, insentif harga dan jaminan pasar kedelai, serta investor yang dapat menggiatkan agribisnis kedelai di pedesaan.

Prof A. Harsono/AW