Berita » Halal Bil Halal Pererat Tali Silaturahmi

hbh

Dalam rangka memperat tali silaturahmi, tanggal 25 Juni 2018 Balitkabi menyelenggarakan acara halal bil halal di Aula Balitkabi dengan mengangkat tema “Pererat silaturahmi-perkuat integritas dan ukhuwah mewujudkan semangat kerja lebih ikhlas”. Acara dihadiri oleh seluruh karyawan/ti Balitkabi, perwakilan unit pelaksana teknis se Malang Raya, pensiunan Balitkabi, Danramil, Kapolsek, Camat Pakisaji, dan Kepala Desa Kendalpayak atau yang mewakili.

Dr. Yuliantoro Baliadi selaku Kepala Balitkabi menyampaikan dalam sambutannya akan pentingnya mempertanyakan segala hal pada diri sendiri. Banyak hal yang belum dipahami pada diri kita sendiri. Seringkali kita menganggap diri kita lebih hebat, merasa paling berjasa. “Sebetulnya jika kita ingin menjadi sosok yang mau memberi dan mau berkorban, tidak menjadikan seseorang menjadi sosok manusia yang kalah dalam menjalani hidupnya,” ujar Yuliantoro. Kita jangan selalu merasa bisa, karena bukan kita yang menilai diri kita sendiri. Biarkan orang lain yang menilai kita, dan berjalan apa adanya.

hbh1

Acara dilanjutkan dengan tausiah yang disampaikan oleh Ustad KH Rofian Karim. Salah satu hal penting yang disampaikan adalah bahwa setiap kebaikan akan menghapus kesalahan kita. Kebenaran dan kebaikan senantiasa menjadikan hati tentram. Dengan dipandu oleh ilmu, kita akan selamat menuju jalan yang benar menurut ajaran agama. Kita tidak dikatakan beriman jika kita tidak saling mencintai satu sama lain. Iman pada Allah menjadi kunci pokok dalam kehidupan bagi yang mendambakan keselamatan, kebahagian, dan kesuksesan dunia akhirat. Keimanan yang dibangun atas dasar amal sholeh, amal kebajikan, dan amal kebenaran akan mengundang ketentraman bagi hati pemiliknya.

Dalam beribadah dan membangun amal sholeh, harus dipaksakan untuk mengalahkan rasa berat yang menggelayut dalam hati. Dengan memaksakan diri dalam melaksanakan kebaikan, akan memunculkan efek positif dalam kehidupan.

Halal bil halal merupakan sarana bagi kita semua untuk minta maaf dan memaafkan. Ketika tangan berjabat dan lisan mengucapkan permohonan maaf, maka hati akan terbebas dari belenggu kebencian dan mudah untuk bersatu. Dalam hidup bermasyarakat, kita harus menyenangkan orang, memperhatikan orang, dan jangan membuat orang kecewa. Kita harus bisa melayani orang lain dengan baik, sehingga akan terjalin cinta kasih satu sama lain. Akan menjadi indah jika kebaikan kita kepada Allah disempurnakan dengan keindahan hubungan sesama manusia. Dengan teori merawat tumbuh karang, mudah-mudahan tumbuh karang kita kepada Allah menghasilkan rejeki yang barakah dan ketenangan yang luar biasa. Tumbuh karang terhadap sesama manusia akan menghasilkan percikan rahmat dan kasih sayang yang luar biasa. Aamiin YRA.

hbh2

KN