Berita » Harapan Mentan: Meski sudah Purna, Tetaplah Berkarya

Arahan Mentan Dr. H. Andi Amran Sulaiman di hadapan calon pegawai Kementan yang akan purna tugas.

Arahan Mentan Dr. H. Andi Amran Sulaiman di hadapan calon pegawai Kementan yang akan purna tugas.

Tanggal 21 November 2018, Kementan mengundang seluruh pegawai Kementan yang akan purna tugas pada tahun 2019 untuk mendapatkan arahan dari Menteri Pertanian pada acara rapat konsolidasi persiapan implementasi program #SERASI (Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani) dan pembekalan sumberdaya manusia pengelolanya.

Sebanyak lima dari enam karyawan Balitkabi yang akan purna tugas, yaitu Tri Santoso, Urip Sembodo, Novita Nugrahaeni, Cipto Prahoro, dan Slamet Ariadi hadir pada acara tersebut bersama sekitar 600 calon purna tugas Kementan seluruh Indonesia. Pidato selamat datang disampaikan oleh Kepala Biro Perencanaan (Dr. Kasdi Subagyono) dan pembukaan oleh Sekjen Kementan, Ir. Syukur Iwantoro, M.S., MBA.

Para peserta diberi paparan materi yaitu tentang: (1) Rancangan teknik program #SERASI oleh Direktur Jenderal Kementan (Dr. Gatot Irianto), (2) Sarana prasarana oleh Dirjen Rawa Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), (3) Korporatisasi BumDes, BUMN (Mandiri, BRI, BNI) oleh KaSubdit Pengembangan Bumdes, Ditjen Pembangunan dan Pendayagunaan Masyarakat Desa dari Kemendes, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, dan Ka Badan SDM-Kementan, serta arahan Menteri Pertanian. Bertindak sebagai ketua satgas #SERASI adalah Dirjen Kementan dengan ketua harian Sekjen PSP.

Beberapa hal yang disampaikan oleh Menteri Pertanian dan para narasumber adalah sebagai berikut: (1) Sekjen Kementan mengundang semua pihak untuk bersama-sama mensukseskan road to lumbung pangan dunia, (2) Saat ini tersedia 34,1 juta ha rawa di Indonesia dan 19,3 juta ha diantaranya cocok untuk pertanian. Sebanyak 3,6 juta ha telah dimanfaatkan, sehingga masih tersedia 15,5 juta ha yang berpotensi untuk pengembangan program #SERASI, program kerja terbaru yang akan diluncurkan Mentan. Program tersebut akan dilaksanakan di enam provinsi yaitu Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah, secara bertahap. Pada tahap pertama, yaitu tahun 2019, dilaksanakan di Kalimantan Selatan dan Sumatera Selatan, (3) Disain teknis pengembangan rawa lebak pada luasan 200 ha dan desain pengembangan lahan rawa pasang surut untuk luasan 1000 ha, dan jenis kegiatan yang dibiayai APBN untuk lahan rawa pasang surut skala 1000 ha (pengelolaan air, alsintan, bantuan saprodi), untuk lahan rawa lebak skala 200 ha (pengelolaan air, alsintan, bantuan saprodi, komponen penunjang), model bisnis kemitraan pada koperasi yang dikorporasikan.

Pada model bisnis yang disampaikan, terdapat komponen atau posisi Dirut dan konsultan, yang diharapkan dapat diisi oleh purna tugas Kementan atau pelaku usaha. Pada pelaksanaannya, program Kementan ini merupakan kerja lintas sektoral, oleh karena itu pada saat peluncuran hadir seluruh mitra yang akan terlibat, yaitu BUMN (BNI, BRI, Mandiri), Kementerian PUPR (Ditjen SDA), Kemenkop dan UKM (Bidang Restrukturisasi Usaha), Kemendes, Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi (SubDit Pengembangan BumDes). Kontribusi yang tidak kalah pentingnya diharapkan dari Pemprov dan Pemkab setempat.

Mentan Dr. H. Andi Amran Sulaiman menyampaikan apresiasi kepada seluruh ASN Kementan yang akan purna tugas dan menghimbau untuk tetap bisa berperan dalam sukses program Kementan. Kementan akan menggerakkan pertanian modern sesuai harapan Presiden RI Jokowi seperti yang kemudian diterjemahkan dalam Permentan 18/2018 tentang Pedoman Pengembangan Kawasan Pertanian Berbasis Korporasi Petani. Muara dari semua program Kementan adalah peningkatan kesejahteraan petani.

harapan2

Peserta acara rapat konsolidasi Kementan (kiri) dan peserta dari Balitkabi (kanan).

NN