Berita » Harga Dasar Kedelai: isu sentral temu wicara kelompok tani GP-PTT/PAT-PIP Ponorogo

Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman dan Sumberdaya Terpadu, Perluasan Areal Tanam, dan Peningkatan Indeks Pertanaman Kedelai (GP-PTT/PAT-PIP kedelai) merupakan salah satu kegiatan penting (Program Utama) yang dilakukan pemerintah Indonesia dalam upaya mempercepat peningkatan produksi kedelai Nasional.

Berkenaan dengan hal tersebut, Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi) diundang dalam acara: “Panen Raya Dan Temu Wicara Kelompok Tani Gp-PTT/PAT-PIP Kedelai Dari Delapan Kabupaten Sentra Produksi Kedelai Di Jawa Timur”. Yang hadir dari pihak Balitkabi adalah Prof. Dr. Sudaryono, Prof. Dr. Subandi, dan Abi Supiyandi, S.komp.

Acara tersebut di atas dilaksanakan pada tanggal 22 September 2015 di Desa Karanglo lor, Kecamatan Sukorejo, Kabupten Ponorogo (Foto 1). Pihak-pihak yang hadir dalam acara tersebut diantaranya adalah:

  • Wakil Gubernur Provinsi Jawa Timur,
  • Direktorat Budidaya Tanaman Aneka Kacang dan Umbi,
  • Deputi II Korordinator Bidang Ekonomi Kementerian Perdagangan,
  • Perwakilan dari Perum Bulog,
  • Swasta/Pengusaha (Nestle dll), serta
  • Perwakilan dari Pemerintah/Kepala Dinas Pertanian delapan Kabupaten dan Kelompok Tani sentra produksi kedelai di Jawa Timur, yakni Kediri, Blitar, Tulungagung, Trenggalek, Nganjuk, Mojokerto, Banyuwangi, dan Ponorogo, serta (Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (BBSDLP, Balitkabi, dan BPTP-Jawa Timur).

Dalam acara Temu-Wicara, hal atau isu sentral yang diangkat oleh Kelompok Tani/Petani adalah “Harga Jual atau Harga Dasar Kedelai” yang layak diterima petani. Petani menghendaki agar Harga Pokok Pemerintah (HPP) yang telah ditetapkan sebesar RP. 7.700;/kg dapat diimplementasikan.

Petani menginformasikan bahwa pada saat panen raya harga kedelai di tingkat petani dapat jatuh hingga hanya sekitar Rp. 6.000;/kg atau kurang dari ini. Petani kurang berminat untuk menanam kedelai, sebab keuntungan yang diperoleh kalah dibandingkan dengan menanam jagung, kacang tanah, atau kacang hijau.

Terkait dengan Program GP-PTT, Kelompok Tani/Petani mengusulkan agar “Bantuan Benih dan Pupuk” diganti dengan “Subsidi Harga Jual Kedelai”, agar ada kepastian harga yang layak di tingkat petani.

23-9-15a

23-9-15b

Sudaryono/Subandi