Berita » Harga Ubi kayu Turun, Petani Siantar Gantungkan Harapan pada Kacang Tanah

Merugi karena harga ubi kayu yang rendah, menurunkan gairah petani untuk membudidayakan ubi kayu. Sejak Mei 2016 harga ubi kayu segar di pabrik hanya berkisar Rp700/kg di Jatim maupun Lampung bahkan di Sumut hanya Rp600/kg hingga saat ini. Di tingkat petani dengan mempertimbangkan biaya angkutan serta ongkos bongkar muat, maka harga ubi kayu hanya sekitar Rp200–300/kg.

Menyikapi kasus tersebut, kegiatan penelitian rantai nilai ubi kayu (cassava value chain) yang dibiayai oleh ACIAR-CIAT di Siantar Agropolitan yang bekerja sama dengan Pabrik Tapioka PT Bumi Sari Prima, mengembangkan percontohan dalam bentuk dem-farm ubi kayu Mukibat dengan menggunakan batang bawah Varietas Malang 4 ditumpangsarikan dengan jagung dan kacang tanah.

Hasil panen dua varietas kacang tanah yaitu Hypoma 1 dan Talam 1 relatif sama. Jumlah polong Hypoma 1 mencapai 45 polong, sedangkan Talam 1 sebanyak 46 polong. Kebernasan polong mencapai 87% dengan jumlah biji rata-rata 2 biji/polong. Para petani di sekitar lokasi yang ikut menyaksikan panen sangat terkesima, karena hanya dalam waktu 97 hari kacang tanah sebagai tanaman sela sudah dapat dipanen dengan hasil yang memuaskan. Terlebih harga kacang tanah eceran di pasar Rp10.000/kg polong basah atau kering panen. Hal tersebut sangat menarik minat petani untuk menanam kacang tanah di sela tanaman ubi kayu.

sela

Hasil Hypoma 1 mencapai 3,53 t/ha, sedangkan Talam 1 3,57 t/ha. Tambahan pendapatan kotor dari kacang tanah yang ditumpangsarikan di antara ubi kayu Mukibat senilai Rp31.500.000. Adapun hasil jagung hanya sekitar 4,25 t/ha pipilan kering dengan kadar air 19% pada tingkat harga Rp2900/kg.

Dinas Pertanian Kota Siantar sangat merespons kegiatan tersebut dan akan melakukan pengembangan dalam skala luas. Direncanakan pada bulan Mei 2017 akan dilaksanakan pelatihan kepada petani yang sekaligus nantinya memperoleh benih kacang tanah yang dibiayai dari dana Pemda Siantar sebagai kota pertanian (agropolitan) dalam kaitan dengan Pengembangan Kawasan Eco Wisata Toba.

 

YW