Berita » Hasil Kacang Tanah di Lahan Kering Masam Meningkat hingga 80 Persen

Hasil panen kacang tanah varietas Jerapah di Lampung

Hasil panen  kacang tanah varietas Jerapah di Lampung

Penerapan teknologi budidaya kacang tanah di lahan kering masam Kecamatan Rumbia, Lampung Tengah, memberikan hasil 4,1-6,4 t/ha polong segar, atau 18-83% lebih tinggi dibandingkan dengan budidaya petani setempat.

 


Hasil Kacang Tanah di Lahan Kering Masam Meningkat hingga 80 Persen

Hasil panen  kacang tanah varietas Jerapah di Lampung

 

Peneliti Balitkabi bersama Kepala Dinas Pertanian Lampung Tengah, dan aparat Pemda Kabupaten Lampung Tengah menunjukkan hasil panen kacang tanah varietas Jerapah

 

Secara nasional, luas tanam kacang tanah pada periode 2004-2008 berfluktuasi dengan rata-rata 689,5 ribu ha. Pada tahun 2008 luas tanam komoditas pangan ini tercatat 636,2 ribu ha, produksi 773,8 ribu ton, dan produktivitas 1,2 t/ha, sedangkan kebutuhannya telah mencapai 856,1 ribu ton. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut maka impor kacang tanah tentu masih diperlukan.

Untuk menekan impor kacang tanah, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan pada tahun 2008 telah merancang upaya peningkatan produksi kacang tanah melalui program Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) dan kemitraan dengan luas tanam 767 ribu ha dan luas panen 721 ribu ha dengan produktivitas rata-rata 1,4 t/ha polong kering, sehingga produksi diharapkan dapat mencapai lebih dari 1,0 juta ton. Angka ini dapat direalisasikan melalui peningkatan produktivitas kacang tanah, antara lain dengan menerapkan inovasi teknologi spesifik lokasi melalui pendekatan PTT, terutama di lahan kering.

Evaluasi Teknologi Budi Daya

Lampung Tengah merupakan daerah yang potensial bagi pengembangan kacang tanah, namun produktivitasnya masih rendah, berkisar antara 1,0-1,2 t/ha polong kering. Di tingkat penelitian, hasil kacang tanah di daerah ini mencapai >2 t/ha. Untuk menekan kesenjangan hasil tersebut, Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian (Balitkabi) melakukan evaluasi teknologi budidaya kacang tanah di lahan kering masam Desa Restu Baru, Kec. Rumbia, Kab. Lampung Tengah.

Teknologi budidaya yang diterapkan adalah (a) tanah diolah, (b) benih berkualitas tinggi dari varietas unggul Kancil dan Jerapah, (c) jarak tanam 40 cm x 15 cm, ditanam satu biji per lubang, (d) pemupukan urea 50 kg, SP36 100 kg, dan 100 kg KCl per hektar, (e) dolomit 500 kg/ha dan pupuk kandang 1.500 kg/ha, (f) penyiangan pada saat tanaman berumur 20 dan 45 hari setelah tanam, (g) pengendalian penyakit dengan fungisida dan pengendalian hama berdasarkan intensitas serangan.

Ternyata, penerapan teknologi budi daya tersebut mampu meningkatkan hasil kacang tanah menjadi 4,1-6,4 t/ha polong segar (2 – 3,2 t/ha polong kering), sedangkan di tingkat petani hanya 3,5 t/ha polong segar ( 1,7 t/ha polong kering). Hal ini membuktikan bahwa penerapan inovasi teknologi spesifik lokasi dapat meningkatkan hasil kacang tanah di lahan kering masam sebesar 18-83%.

Mendapat Apresiasi yang Tinggi

Untuk mengevaluasi kinerja teknologi produksi kacang tanah tersebut, diselenggarakan temu lapang pada 20 Mei 2009 di lokasi penelitian. Acara ini melibat berbagai pihak di daerah setempat, antara lain Kepala Dinas Pertanian Lampung Tengah, Camat dan UPTD/KCD Rumbia, Kepala Desa Restu Baru, PPL, Gapoktan, kelompok tani, dan petani kooperator di Kecamatan Rumbia. Kepala Dinas Pertanian Lampung Tengah, Ir. Zulkifli, sangat terkesan dengan teknologi yang diterapkan. Me
nurut Ir. Zulkifli, kacang tanah di Lampung Tengah ke depan diharapkan bisa berperan sebagai sumber pendapatan (cash crop), terutama jika diusahakan sebagai benih.

Analisis ekonomi menunjukkan, dengan tingkat hasil 4 t/ha polong segar dan harga jual kacang tanah Rp 4000/kg polong segar, maka pendapatan petani dari kacang tanah mencapai Rp 16 juta dalam jangka waktu hanya 100 hari. ”Kabupaten Lampung Tengah siap mendukung penelitian untuk meningkatkan kesejahteraan petani di daerah kami”, ujar Ir. Zulkifli dalam acara temu lapang tersebut.

Beberapa hal penting yang dapat dicatat dari kegiatan evaluasi teknologi budidaya kacang tanah di lahan kering masam Lampung Tengah antara lain adalah:

  • Secara teknis lahan kering masam di Lampung dan Sumatera pada umumnya dapat dimanfaatkan untuk perluasan areal tanam kacang tanah.

 

  • Penerapan teknologi budi daya spesifik lokasi dengan pendekatan PTT meningkatkan produktifitas kacang tanah di lahan kering masam dengan tingkat pendapatan yang menggembirakan.

 

  • Petani beserta aparat kecamatan dan Dinas Pertanian Lampung Tengah memberikan apresiasi yang tinggi terhadap inovasi teknologi yang dievaluasi dan akan mengembangkan teknologi tersebut lebih lanjut di daerahnya.