Berita » Hypoma1 dan Hypoma2, Varietas Unggul Baru Kacang Tanah

1-hypoma3

Kendala peningkatan produksi kacang tanah pada akhir-akhir ini adalah dampak perubahan iklim yaitu kekeringan dan penyakit bercak daun dan karat daun. Dua varietas unggul baru kacang tanah telah dilepas pada tahun 2011.

Hypoma1, adaptif di lingkungan optimal dengan potensi hasil 3,70 t/ha polong kering (rata-rata nasional 2 t/ha). Varietas tersebut toleran terhadap penyakit bercak dan karat daun dan agak toleran terhadap penyakit layu bakteri (R. solanacearum). Varietas Hypoma2 toleran kekeringan pada fase generatif. Potensi hasilnya mencapai 3,50 t/ha polong kering (rata-rata nasional 2 t/ha), serta agak toleran terhadap penyakit bercak dan karat daun.

Hasil polong kering Hypoma1, berkisar 32% lebih tinggi dari varietas Jerapah. Sedangkan varietas Hypoma2 dengan rata-rata produksi polong kering 2,40 t/ha adalah 36% lebih tinggi dari varietas Jerapah. Keunggulan produktivitas varietas Hypoma1 dan Hypoma2 tersebut karena kemampuannya menghasilkan polong per tanaman yang lebih banyak, serta ukuran biji yang lebih besar dibandingkan varietas Jerapah.

Keragaan polong dan biji Hypoma1

Kacang tanah varietas Hypoma1 dan Hypoma2 tergolong dalam tipe Spanish (dua biji/polong), ukuran polong dan biji sedang, kulit ari biji berwarna rose, dan umur masak antara 90–91 hari. Umur masak varietas Hypoma1 dan varietas Hypoma2 4–5 hari lebih genjah dari varietas Jerapah dan 14-15 hari lebih genjah dari varietas Singa. Oleh karena umur masak­nya yang lebih genjah maka kedua varietas tersebut dapat ditanam di daerah dengan jumlah bulan basah yang pendek, atau daerah yang memiliki tipe iklim D. Selain itu kacang tanah berumur genjah–sedang akan meningkatkan intensitas panen dan terhindar dari kekeringan.

Keragaan polong dan biji Hypoma2