Berita » IAARD Press menyongsong Akreditasi Penerbit Ilmiah

Publikasi ilmiah merupakan sarana bagi para peneliti untuk menyampaikan hasil-hasil penelitian maupun gagasan-gagasan ilmiah. Dalam rangka meningkatkan kualitas scientific penelitian dan pengembangan pertanian melalui terbitan berkala ilmiah, maka Balitbangtan mengadakan koordinasi pengelolaan terbitan berkala ilmiah lingkup Balitbangtan pada tanggal 30 Januari 2017 di Gedung Badan Litbang Pertanian, Jakarta.

1-2-17

Kegiatan tersebut diikuti oleh dewan redaksi dan redaksi pelaksana dari 29 terbitan berkala ilmiah lingkup Balitbangtan. Rapat koordinasi dipimpin oleh Dr. Ir. Muhammad Prama Yufdy, M.Sc. (Sekretaris Badan Litbang Pertanian) dan menghadirkan narasumber Prof. Dr. Ir. Dwi Eny Djoko Setyono, M.Sc. (Kepala Pusbindiklat Peneliti LIPI).

Dalam sambutannya, Dr. Ir. Muhammad Prama Yufdy, M.Sc. menyampaikan bahwa terbitan ilmiah berkala di lingkup Balitbangtan berjumlah 30 jurnal. Dari jumlah tersebut, 21 diantaranya telah terakreditasi.

Target yang harus dicapai adalah terakreditasinya seluruh jurnal ditambah dengan terakreditasinya IAARD Press. Untuk itu, perlu pengetahuan dan pemahaman Perka LIPI No. 17 Tahun 2016 mengenai Pedoman Akreditasi Penerbit Ilmiah.

Banyak usaha penerbitan digunakan untuk menerbitkan hasil penelitian tanpa memiliki standar baku ilmiah. Bahkan, beberapa institusi litbang mengubah unit yang sebelumnya memiliki tugas cetak mencetak menjadi penerbit hanya dengan mencantumkan kata “Press”.

Untuk menjamin dan meningkatkan kualitas penerbitan buku ilmiah sesuai standar kaidah yang ditetapkan maka perlu ditetapkan standar minimum suatu unit penerbit ilmiah yang tertuang dalam Perka LIPI No. 17 Tahun 2016, demikian paparan Prof. Dr. Ir. Dwi Eny Djoko Setyono, M.Sc.

Salah satu prasyarat bagi penerbit ilmiah dari instansi pemerintah adalah harus berbadan hukum yang disahkan pejabat berwenang minimal setingkat eselon II, memiliki struktur organisasi, tergabung dalam keanggotaan IKAPI, mempunyai alamat kantor tetap, serta memiliki karyawan tetap paling sedikit 3 (tiga) orang, dan telah menerbitkan minimal 5 (lima) judul buku ilmiah ber-ISBN dengan sedikitnya berisi 48 (empat puluh delapan) halaman.

Ke depan, akan dibentuk Komite Nasional Akreditasi Penerbit Ilmiah (KNAPI) sebagai lembaga Penilai Penerbit Ilmiah yang akan diketuai oleh Kepala LIPI atau yang ditunjuk, dan dibantu oleh Kepala Pusbindiklat Peneliti LIPI sebagai sekretaris, dan beberapa anggota yang akan diisi oleh anggota IKAPI.

Lebih lanjut Prof. Dr. Ir. Dwi Eny Djoko Setyono, M.Sc. menambahkan, sasaran yang ingin dicapai dari akreditasi penerbit ilmiah adalah semua karya tulis dalam bentuk buku, bunga rampai, buku diseminasi dan sebagainya yang diterbitkan oleh penerbit yang terakreditasi akan memperoleh nilai kum yang maksimal (tidak terdapat pengurangan nilai kum) sesuai dengan Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Peneliti dan Angka Kreditnya.

ApS