Berita » Implementasi Kepmentan 141/Kpts/HK.150/M/2/2019 pada Tugas dan Fungsi Balitkabi

aneka-kacang

Pada 25 Februari 2019 Kementerian Pertanian menetapkan Keputusan Menteri Pertanian No. 141/Kpts/HK.150/M/2/2019 tentang Jenis Komoditas Tanaman Binaan Lingkup Kementerian Pertanian yang menggantikan Kepmentan No. 511/Kpts/PD.310/9/2006 tentang Tanaman Binaan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan dan Direktorat Jenderal Hortikultura yang diubah dengan Kepmentan No. 3599/Kpts/DP.310/10/2009 tentang perubahan Lampiran I Kepmentan No. 511/Kpts/PD.310/9/2006 tentang jenis Tanaman Binaan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan dan Direktorat Jenderal Hortikultura. Kepmentan yang baru ini menambahkan Lingkup Binaan yang awalnya hanya meliputi Direktorat Jenderal Tanaman Pangan dan Direktorat Jenderal Hortikultura menjadi Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Direktorat Jenderal Hortikultura, Direktorat Jenderal Perkebunan, dan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Sehubungan dengan hal itu Balitkabi harus segera menindaklanjuti dan mengimplementasikan Kepmentan tersebut terkait dengan Tugas dan Fungsinya. Balitkabi merupakan UPT di bidang penelitian dan pengembangan Pertanian di bawah Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan. Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor: 23/Permentan/OT.140/3/2013 Balitkabi mempunyai Tugas dan Fungsi (tusi) yang berkaitan dengan pelaksanaan penelitian tanaman aneka kacang dan umbi dengan komoditas utama: kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubi kayu, dan ubi jalar dan komoditas potensial: kacang tunggak, kacang gude, komak, koro, garut, ganyong, talas, keladi, serta komoditas kacang dan umbi potensial lainnya.
Berdasarkan Kepmentan yang berkaitan dengan tusi Balitkabi maka perlu diketahui daftar jenis komoditas Binaan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan yang meliputi:

Komoditas Aneka Kacang:

  1. Kedelai (Glycine max)
  2. Kacang Tanah (Arachis hypogaea)
  3. Kacang Hijau (Vigna radiata)
  4. Kacang Tunggak (Vigna unguiculata)
  5. Kacang Merah (Vigna angularis)
  6. Kacang Gude/Hiris (Cajanus cajan)
  7. Kacang Komak (Lablab purpureus)
  8. Kacang Koro Benguk (Mucuna pruriens)
  9. Kacang Koro Pedang (Canavalia ensiformis)
  10. Kacang Bogor (Vigna subterranea)
  11. Kacang Rawai (Goyanus spp)
  12. Kacang Nagara (Vigna unguiculata (L.) Walp ssp.cylindrica (L.) Verdc)

Komoditas Aneka Umbi:

  1. Ubi Kayu (Manihot esculenta)
  2. Ubi Jalar (Ipomoea batatas)
  3. Talas Bogor (Colocasia esculenta (L.) Schott var. esculenta)
  4. Talas Jepang/Satoimo (Colocasia esculenta (L.) Schott var. Antiquorum)
  5. Talas Padang (Colocasia gigantean)
  6. Talas Belitung (Xanthosoma sagittifolium)
  7. Kimpul (Xanthosoma violaceum)
  8. Suweg (Amorphophallus paeniifolius)
  9. Iles-iles (Amorphophallus muelleri)
  10. Gadung (Dioscore hispida)
  11. Gembili (Dioscore esculenta)
  12. Ganyong (Canna edulis/C. discolor)
  13. Garut (Maranta arundinacea)

Berdasarkan hal tersebut maka Kepmentan No. 141/Kpts/HK.150/M/2/2019 tentang Jenis Komoditas Tanaman Binaan Lingkup Kementerian Pertanian ini dapat dijadikan acuan bagi Balitkabi untuk menentukan jenis komoditas kacang dan umbi potensial lain untuk mendukung Tugas dan Fungsi Balitkabi selain fokus pada lima komoditas utama Aneka Kacang dan Umbi (Kedela, Kacang Tanah, Kacang Hijau, Ubi Kayu, dan Ubi Jalar).

 

WR