Berita » Ingin Kembangkan Ubi Kayu, Balitkabi Jadi Rujukan

Salah satu perusahaan swasta yaitu PT Silva Rimba Lestari yang bergerak di bidang hutan tanaman industri berkunjung ke Balitkabi pada hari Kamis 3 Agustus 2017. Bapak Eko Budi Utomo mewakili PT Silva Rimba Lestari menyampaikan bahwa tujuan kunjungan adalah untuk menggali informasi mengenai cara budi daya ubi kayu yang baik di Kalimantan Timur dan Kalimantan Barat, varietas yang cocok dikembangkan, dan peluang pengolahan hasil umbi yang prospektif dikembangkan selain tapioka. Kunjungan tamu diterima oleh Prof. Sudaryono, Dr. Kartika Noerwijati, Dr. Sholihin, Ir. Nila Prasetiaswati, Ir. Fahrur Rozi, M.S., Sri Wahyuningsih, S.P., dan Ir. Erliana Ginting, M.Sc.

silva

Bapak Eko menyampaikan, salah satu komoditas sasaran yang ingin dikembangkan oleh PT Silva Rimba Lestari adalah ubi kayu, karena salah satu anak perusahaannya membutuhkan tapioka sebagai bahan baku pengeras kertas. Harapannya, kebutuhan tapioka dapat dipenuhi sendiri dan melihat peluang kemungkinan ekspor tapioka. Target pengembangan ubi kayu adalah sekitar 6.000 hektar. Lahan yang akan dikembangkan sebagian besar merupakan lahan mineral dengan tingkat kesuburan berbeda-beda. Tanah banyak mengandung pasir dan memiliki kemiringan agak tinggi.

Dr. Sholihin menyarankan, ubi kayu ditanam dalam bentuk blok-blok diantara tanaman hutan. Hal tersebut dapat diatur waktu tanamnya, sehingga panen tidak serentak. Tahap awal perlu dilakukan uji coba beberapa varietas termasuk jenis ubi kayu setempat untuk mencari varietas mana yang sesuai dan bisa memberi hasil yang tinggi. Terkait kondisi lahan, Prof. Sudaryono menyampaikan apabila kadar bahan organik rendah, sebaiknya pemberian bahan organik perlu dipertimbangkan karena pertumbuhan tanaman ubi kayu akan semakin baik jika kebutuhan bahan organiknya terpenuhi. Rotasi tanaman sebaiknya juga dilakukan untuk memutus siklus hidup hama. Hama yang banyak menyerang ubi kayu terutama pada musim kemarau adalah tungau merah, sedangkan pada musim hujan terdapat penyakit busuk umbi yang disebabkan jamur Fusarium.

silva1

Bapak Eko sangat berharap bisa bekerja sama dengan Balitkabi untuk mengembangkan ubi kayu di Kalimantan Timur dan Kalimantan Barat dalam hal demplot uji coba varietas dan pendampingan di lapangan.

 

KN