Berita » Inilah Derap 1

Pertanaman Derap 1 di KP Genteng (MK 2 2018).

Pertanaman Derap 1 di KP Genteng (MK 2 2018).

Konon, hama yang paling merugikan pada kedelai di Indonesia adalah hama pengisap polong, ada yang menyebutnya sebagai hama kepik coklat, Riptortus linearis. Alasannya, hama tersebut memiliki sebaran luas dan ditemukan pada setiap musim tanam kedelai. Menyikapi hal tersebut, Balitbangtan melalui Balitkabi, berhasil melepas varietas kedelai toleran hama pengisap polong pertama di Indonesia yaitu Derap 1, pada Mei 2018.

Varietas kedelai toleran hama pengisap polong Derap 1, memiliki rata-rata hasil biji 2,80 t/ha dengan umur masak 76 hari dan ukuran biji tergolong besar (17,6 g/100 biji). Pada MK 2 tahun 2018, UPBS Balitkabi memproduksi benih Derap 1 seluas 0,625 ha di Genteng Banyuwangi. Observasi lapang yang dilakukan pada umur 45 hari, keragaan Derap 1 sangat optimal, tanaman mulai berpolong dan performa tanaman seragam. Menandakan bahwa Derap 1 memang berumur genjah. Sumarno, S.P., Kepala KP Genteng, menyampaikan bahwa Derap 1 memiliki keragaan tanaman yang tegap dan cenderung berumur genjah. Sumarno memperkirakan hasil biji Derap 1 yang dikembangkan di KP Genteng adalah di atas 2,50 t/ha.

Pertanaman Derap 1 di Nganjuk (kiri) dan bentuk biji Derap 1 (kanan).

Pertanaman Derap 1 di Nganjuk (kiri) dan bentuk biji Derap 1 (kanan).

Pengembangan Derap 1 di Nganjuk pada MK 1 tahun 2018, juga memperlihatkan pertumbuhan tanaman yang optimal dan mampu berproduksi hingga 390 kg untuk luasan 1/7 ha, atau setara dengan 2,73 t/ha. Petani mulai terpikat, karena ukuran polong Derap 1 yang relatif besar dan juga karena umurnya agak genjah. Petani menyampaikan, Derap 1 ternyata lebih genjah dibandingkan dengan varietas yang baru dikenalnya yaitu Devon 1. Keragaan Derap 1 yang bagus, menarik minat produsen benih kedelai CV Kardika Kresna di Nganjuk untuk mengembangkan Derap 1. Pada tahap awal, akan ditanam dengan menggunakan benih Derap 1 sebanyak 100 kg. Semoga Derap 1 ikut serta memakmurkan ekonomi petani kedelai di Indonesia.

Ayda Krisnawati, M.Sc., Pemulia Derap 1

Ayda Krisnawati, M.Sc., Pemulia Derap 1

MMA