Berita » Inovasi Teknologi Pertanian Ramah Lingkungan Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan

Dihadiri oleh 120 peserta Lembaga Penelitian dan Perguruan Tinggi luar dan dalam negeri, International Workshop dan Seminar dengan tema “Innovation of Environmental Friendly Agricultural Technology Supporting Sustainable Food Self-Sufficiency” yang diselenggarakan Balingtan, Balitbangtan di Hotel Alila Surakarta, dibuka oleh Prof. Dr. Dedy Nursyamsi mewakili Kabadan Litbang Kementan.

Seluruh peserta dan pembicara International Workshop and Seminar

Seluruh peserta dan pembicara International Workshop and Seminar

Peserta dari Balitkabi diantaranya adalah Dr. Ir. Yuliantoro Baliadi, M.S., Dr. Ir. Moch Muchlish Adie, M.S., Ayda Krisnawati, M.Sc. dan Ratri Tri Hapsari, M.Si. Workshop dan Seminar bertujuan untuk membangun komunikasi antar pemangku kepentingan terkait pertanian ramah lingkungan, ekspose inovasi teknologi ramah lingkungan dan menghimpun serta mendiseminasikan hasil-hasil penelitian pertanian ramah lingkungan.

Acara yang berlangsung mulai tanggal 18–20 September 2018 menghadirkan pembicara:

  1. Prof. Ravendra Naidu (CSIRO, Australia) yang mempresentasikan tentang “Behavior of heavy metals and their management to remediate and avoid agricultural soil contamination”.
  2. Prof. Edhi Martono (UGM) dengan pemaparan “Current development status of pesticides residue in agriculture sector”.
  3. Dr. Bjoern Roepke (CropLife Asia, Singapore) “Environmental risk assessment toward pesticides management harmonization: Theory and Practice”.
  4. Dr. Kazuyuki Yagi (King Mongkut’s University, Thailand) “Strategic and Development of environmentally friendly agriculture in respect to climate change adaptation and mitigation”.
  5. Dr. Godefray Grosjean (CIAT, Vietnam), “Providing comprehensives technology innovations related to climate change adaptation and mitigation in agricultural sector into policy making“.
  6. Prof. Dr. Ir. Akhmad Fauzi, M.Sc. (IPB), “Synergy of economic aspect and sustainable agricultural development”.
  7. Prof. Dr. Gustan Pari, M.Si B.Sc., “Strategy and policy in preventing environmental pollution and degradation”.
Pemaparan Prof. Ravendra Naidu (CSIRO, Australia)

Pemaparan Prof. Ravendra Naidu (CSIRO, Australia)

Isu penting yang dihadirkan pembicara diantaranya adalah residu pestisida dapat berdampak bagi lahan pertanian dan kesehatan. Keberadaan logam berat, terutama Cadmium (Cd) merupakan ancaman yang saat ini telah masuk ke lahan pertanian di Indonesia. Salah satunya berasal dari penggunaan pupuk fosfat.

Pada tanaman padi, Cd bahkan telah terdeksi di jerami dan hasil biji. Hal ini dapat berakibat pada penolakan produk pertanian tersebut, sehingga seluruh stakeholder harus mulai memperhatikan dan mengimplementasikan pertanian yang ramah lingkungan.

YB