Berita » Isu Terkini Interaksi Vektor dengan Virus Tanaman Diseminarkan

sem_jpg_200

Seminar bersama antara Balitkabi dan Universitas Utsunomiya Jepang dengan tema “Issue terkini interaksi antara vektor dan virus tanaman” dilaksanakan pada 14 September 2011 di Balitkabi Malang. Tujuan seminar adalah peluang kerjasama penelitian di bidang hama dan penyakit tanaman kacang-kacangan karena memiliki banyak masalah yang sama sehingga kerjasama adalah kunci penyelesaiannya (Collaboration is the key to resolve the problem).

Pembicara utama adalah Prof. Dr. Tomohide Natsuaki (Director of Center for Bioscience Research & Education (C-Bio) of Utsunomiya University), Prof. Dr. Tamotsu Murai, dan Dr. Suharsono (Gambar 1). Sebanyak 60 peserta yang berasal dari Balitkabi, Balitjestro, Balittas, BPTP Karangploso, IPB-Bogor, UGM-Jogjakarta, Faperta Univ. Brawijaya (UB), FMIPA-UB, FMIPA-Universitas Negeri Malang, FMIPA-UIN, dan Mahasiswa Pascasarjana Univ. Utsunomiya (Gambar 2).

 

Gambar 1. Dari kiri Dr. A.A. Rahmiana, Prof. Dr. Tomohide Natsuaki, Prof Dr. Tamotsu Murai, dan Dr. Suharsono

Gambar 2. Peserta seminar

Beberapa hal penting yang dihasilkan adalah:

1. Universitas Utsunomiya menawarkan program training, S2/S3, postdoc di bidang “life sciences and biotechnology”, dan kerjasama penelitian.

2. Virus pelindung atau virus attenuasi telah digunakan untuk mengendalikan penyakit virus kedelai (soybean mosaic virus/SMV dan cowpea mild mottle virus/CPMMV), cara kerjanya sama dengan teknik vaksinasi atau proteksi silang. Teknik pengendalian ini tergolong mudah dan murah, sehingga perlu ditindaklanjuti dan dikembangkan di Indonesia.

3. Sekuen partikel CPMMV isolate Ponorogo telah dilakukan dan pada pohon phylogenetic berdasarkan pada ORF5 dekat dengan isolat Brasilia 1 dan Puerto Riko. Hasil ini menjawab mengapa CPMMV isolate Indonesia (biji tanaman sakit) pada uji serologi (ELISA) dengan antiserum India tidak bereaksi positif.

4. Teknik perbanyakan kutu daun, Aphis glycines secara klonal atau massal. Teknik ini sangat bermanfaat untuk menguji efektivitas/perbanyakan musuh alami dan penyediaan imago untuk pembentukan varietas kedelai tahan aphid.

5. Beberapa teknik praktis lapang didiskusikan: identifikasi hama dan musuh alami serta gejala khas serangan virus (Gambar 3).

Gambar 3. Eksplorasi musuh alami pada kedelai di KP. Kendalpayak dan Jambegede.

 

Suharsono, Yuliantoro Baliadi, Yusmani Prayogo, dan Marwoto