Berita » Jangan Sengsarakan Petani

Menteri Pertanian RI, Amran Sulaiman, berkesempatan melakukan panen dan tanam perdana padi di Kabupaten Malang pada tanggal 26 Februari 2015. Sekretaris Balitbangtan, Dr. Agung Hendriadi, beserta kepala Balitkabi (Dr. Didik Harnowo) dan beberapa UPT Balitbangtan di Jawa Timur mengikuti agenda tersebut.Panen dan tanam padi ini harus digunakan sebagai momentum dan penggerak pencapaian swasemada tanaman pangan yang telah dicanangkan oleh pemerintah. Diingatkan bahwa cara kerja dan pencapaiannya jangan sekali-kali melakukan pendekatan normatif. Pendekatan yang biasa-biasa akan menghasilkan keluaran yang biasa-biasa juga. Dalam mengejar tercapainya swasembada tanaman pangan memerlukan cara kerja yang luar biasa. Diandaikan, bola harus dipantulkan setinggi dan secepat mungkin sehingga daya pantulnya akan semakin tinggi.

Mentan Amran Sulaiman, menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada warga Kabupaten Malang dan Bupati Malang yang telah ikut serta mensukseskan tanaman pangan. Saya juga mendarmabhaktikan hidup ini untuk keperluan petani. Impor tanaman pangan harus sudah mulai dikurangi dan dalam waktu yang tidak terlalu lama kita harus mampu berswasembada dan selanjutnya akan diikuti oleh proses mekanisasi terbatas dan pada akhirnya akan memasuki era hilirisasi produk. Dengan konsep tersebut maka arahnya adalah peningkatan pendapatan petani. Sudah saatnya petani dipersenjatai oleh pupuk, benih, irigasi yang memadai, dan didukung oleh tenaga penyuluh yang mumpuni, penyuluh yang mampu bekerja tidak normatif.Sekali lagi Bapak Amran mengajak kita semua untuk bekerja keras, petani jangan dibuat susah, petani jangan disuruh membuat proposal untuk mendapatkan saprodi dsbnya. Padi tidak bisa melakukan rapat, tidak bisa berbicara, makanya saprodi yang diperlukan harus diberikan tepat takaran, tepat waktu dan tepat manfaatnya.

MMA/AW