Berita » Jaring informasi Perbenihan Kedelai, PVTPP Kunjungi Balitkabi

Menjelang tahun perbenihan 2018, berbagai pihak termasuk Pusat PVTPP (Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian) berupaya menyukseskan program tersebut. Hari Selasa 11 Juli 2017, Kepala Pusat PVTPP Prof. (R) Dr. Ir. Erizal Jamal, M.Si. beserta dua staf yaitu Dwi Heteddy, S.E., M.P. (Kasubbid Perizinan 1) dan Suci Wulandari, dengan didampingi Dr. Ir. Made Jana Mejaya (mewakili Kapuslitbang Tanaman Pangan) berkunjung ke Balitkabi. Tujuan kunjungan adalah untuk menjaring informasi terkait regulasi perbenihan kedelai. Tamu diterima oleh Dr. Yusmani Prayogo selaku Plh. Kepala Balitkabi, Dr. Gatut Wahyu A.S., Dr. Novita Nugrahaeni, dan beberapa peneliti Balitkabi.

pvtpp

Prof. Erizal mempertanyakan saat ini sistem perbenihan yang ada seperti apa, sehingga alur benih ke petani dapat ditelusuri. Untuk mendukung tahun 2018 sebagai tahun perbenihan, harus dilihat kesiapan benihnya. “Jika kita bekerja secara maksimal, maka swasembada kedelai dapat kita capai, namun kendalanya adalah menjaga kontinuitas pasokan kedelai dan kelayakan harga di lapang”, tutur Prof. Erizal. “Harus ada jaminan harga kedelai oleh pemerintah, jika perlu ada kontrak harga di awal, sehingga petani tidak dirugikan”, lanjut Dr. Made.

Saat ini Indonesia mengimpor kedelai sekitar 58%. Berdasarkan keterangan Ir. Suhartina, M.P. selaku peneliti kedelai Balitkabi, pengrajin tempe sebenarnya menyukai kedelai lokal sebagai bahan baku tempe karena memiliki rasa yang lebih gurih dibandingkan tempe menggunakan kedelai impor, namun kendalanya adalah kedelai lokal tidak bisa terjamin kontinuitas bahan bakunya. Hal tersebut merupakan salah satu alasan mengapa kedelai lokal masih kurang diminati.

Acara kunjungan di Balitkabi diakhiri dengan melihat prosesing benih di UPBS Balitkabi. UPBS Balitkabi selama ini melayani permintaan benih dari Direktorat Perbenihan. Permintaan benih selama ini dapat dipenuhi dengan baik. Permintaan yang tidak dapat dilayani adalah jika ada konsumen yang memerlukan benih varietas lama, karena kebijakan UPBS Balitkabi adalah memproduksi benih varietas unggul terbaru dalam persentase yang lebih banyak dibandingkan varietas unggul yang lebih lama.

Semoga tahun 2018 yang telah dicanangkan sebagai Tahun Perbenihan oleh Menteri Pertanian dapat tercapai.

 

KN