Berita » Jika Petani Berhitung Tentang Kedelai

Pak Misto petani kedelai di Bangsal, Mojokerto

Pak Misto petani kedelai di Bangsal, Mojokerto

Mojokerto, merupakan salah satu sentra produksi kedelai di Jawa Timur, diantaranya berada di Kecamatan Bangsal dan Mojoanyar. Di kecamatan Bangsal, kedelai dibudidayakan pada musim kemarau pertama (MK I) dan kedua (MK II), setelah tanaman padi, namun beberapa tahun terakhir pertanaman kedelai pada MK I berkurang, sebagian petani beralih ke jagung, kacang tanah maupun tanaman hortikultura. Kedelai pada MK II, baik di Bangsal maupun Mojoanyar masih tetap bertahan hingga saat ini.

Penuturan Pak Misto atau lebih familiar dipanggil Pak Polo yang sekaligus sebagai ketua Kelompok Tani, Sari Tani, Dusun Sukorejo, Paterongan, Bangsal, sebagian petani masih menggunakan kedelai jenis Mansuria, dengan benih dibeli di pasar serta sebagian petani menanam dengan cara tanam sebar. Mansuria merupakan varietas introduksi dan telah dilepas di Indonesia menjadi varietas Anjasmoro (2001). Di beberapa wilayah lain menyebutnya sebagai varietas Surya. Perbandingan kebutuhan benih jika tanam sebar sekitar 13 kg/100boto, jika tanam menggunakan tugal membutuhkan benih antara 7-8 kg/100boto. Satuan luas beragam antar wilayah, ada yang menggunakan istilah bumi100, 100ru atau 100boto, untuk menggambarkan luasan sekitar 1/7 ha.

Sambil berkelakar Pak Misto menyampaikan, ini jenis kedelai baru ujarnya, setelah melihat keragaan beberapa galur harapan kedelai hasil rakitan Balitkabi yang ditanam di Bangsal. Lebih lanjut dituturkan, jika kedelai hasilnya antara 4-5 kuintal/100boto (setara 2,8 – 3,5 t/ha), baru imbang dengan hasil jagung. Bertanam jagung butuh modal banyak, untuk pupuk juga mengairi, imbuhnya. Beberapa petani yang sempat melihat keragaan beberapa galur harapan kedelai, menyampaikan hal yang serupa, keragaannya bagus, prediksi hasilnya di atas 4,5 kuintal/100 boto.

Terkesan dengan keragaan beberapa varietas kedelai saat dilakukan temu lapang tahun 2019 di Bangsal, Pak Misto juga berkeinginan menanam kedelai dalam hamparan luas. Tahun depan, Pak Misto, berminat untuk menanam kembali kedelai, pada hamparan yang lebih luas. Semoga dengan varietas unggul baru kedelai di peroleh hasil yang memuaskan dari segi kuantitas, kualitas dan tentu saja pendapatan serta kesejahteraan petani yang lebih baik.

petani1 petani2
Keragaan galur harapan kedelai Balitkabi di Bangsal, Mojokerto , 12 Juni 2020

MMA