Berita » Kacang Tanah di Bawah Kelapa Sawit: Butuh Inovasi Baru

Kreasi dan kemauan petani memanfaatkan lahan di bawah tegakan kelapa sawit pada kawasan PTP II di Tanjungjati Binjai Lahat, untuk dibudidayakan tanaman pangan memang luar biasa. Awalnya memang didominasi oleh tanaman kedelai, namun akhir-akhir ini pemanfaatannya juga meluas ke komoditas ubijalar dan kacang tanah. Struktur tanah yang remah memang memberikan peluang keberhasilan budidaya kacang tanah, ditunjang pula oleh jarak barisan tanaman kelapa sawit yang cukup lebar, menjadikan usaha budidaya tanaman pangan berjangka lebih panjang, karena risiko pengurangan cahaya matahari menjadi tidak terlalu bermasalah. Ketika ditanyakan kepada beberapa petani penanam kacang tanah, 22 Juli 2013, petani tidak tahu nama varietas kacang tanah yang ditanam, yang benihnya dibeli dari tetangga atau pasar seharga Rp 40.000/kg (bentuk biji, OC). Hasil polong yang diperoleh berkisar 2,0 hingga 2,5 t/ha polong basah. Hasil ini relatif tinggi karena dari luasan 1 ha pemanfaatan lahan di bawah kelapa sawit hanya sekitar 75% yang bisa ditanami kacang tanah. Bernasib sama dengan komoditas tanaman pangan yang lainnya, menjelang lebaran harga jual kacang tanah juga menjadi turun, yang biasanya Rp 6.000–7.000/kg, sekarang hanya Rp 4.000/kg, keluh petani.

Budidaya kacang tanah di bawah kelapa sawit

Menurut Pak Sartono (Ketua Kelompok tani Sinar Tani) dan beberapa petani anggota kelompok tani, varietas kacang tanah yang ditanam di kawasan PTP II mirip Gajah, polongnya lumayan besar, berisikan 3–4 biji/polong. Ternyata petani belum mengenal varietas kacang tanah unggul yang telah dilepas oleh Kementerian Pertanian. Tentu ini tugas insan Kementerian Pertanian untuk memperderas diseminasi inovasi yang telah dihasilkan selama ini.
MMA/AW