Berita » Kajian Bibliometrik pada Buletin Palawija

Bibliometrika merupakan cabang ilmu perpustakaan untuk analisis bibliografis (daftar referensi), buku, artikel atau publikasi lainnya dengan menerapkan metode matematika dan statistik. Pustakawan Balitkabi, Sutardji S.Sos., telah menerapkan analisis Bibliometrika terhadap Buletin Palawija, terbitan Balitkabi yang memperoleh akreditasi dari LIPI pada Mei 2012. Pak Tarji mengidentifikasi komponen sebaran artikel, pola kepengarangan, tingkat kolaborasi penulis, impact factor, penggunaan sumber rujukan, dan kemutakhiran informasi yang dirujuk, serta paro-hidup (half-life) literatur yang ada pada Buletin Palawija untuk kurun waktu 2010-2013. Hasil analisisnya disampaikan pada seminar intern Balitkabi, 23 Februari 2015.


Berdasarkan analisis bibliometrika, untuk kurun waktu 2010-2013, kontributor terbesar pemasok makalah Buletin Palawija didominasi oleh peneliti Balitkabi (97,5%), dengan topik bahasan komoditas komoditas aneka kacang mencapai porsi 75,5% dan sisanya (27,5%) topik komoditas aneka umbi. Subjek artikel beragam mulai dari pemuliaan dan plasma nutfah (30%), hama (25%), budidaya (20%), pascapanen (10%), penyakit tanaman (7,5%), keamanan pangan (5%), dan sosial ekonomi (2,5%).Impact factor jurnal yang merupakan salah satu alat untuk mengukur peringkat kualitas suatu jurnal juga diukur. Impact factor untuk Buletin Palawija masih relatif rendah yaitu 0,175 dan masih disitasi sendiri. Sumber informasi yang digunakan sebagai referensi dalam setiap artikel pada Buletin Palawija berkisar antara 15-69 sitiran, dengan rata-rata 39 sitiran. Jenis literatur yang disitir dari sumber primer yaitu jurnal meningkat dari tahun ke tahun demikian juga kemutakhiran informasi yang digunakan. Hal ini sejalan persyaratan kemutakhiran referensi yang dipersyaratkan untuk jurnal-jurnal yang terakreditasi.
Dari hasil kajian bibliometrik yang dilakukan beberapa saran dikemukakan untuk meningkatkan kualitas Buletin Palawija, antara lain: (1) perlu mempertimbangkan keterlibatan pihak luar, seperti Balitsereal misalnya untuk memperluas cakupan komoditas tidak hanya pada tanaman aneka kacang dan umbi saja, (2) meningkatkan kolaborasi antara penulis senior dan junior sehingga semakin banyak yang bisa berkontribusi menulis review pada Buletin Palawija, (3) untuk meningkatkan impact factor, disarankan penulis yang memasukkan makalahnya ke Buletin Palawija harus menyitir atau mensitasi salah satu artikel yang telah diterbitkan di Buletin Palawija di samping meningkatkan kualitas tulisan yang akan diterbitkan.AI/AW