Berita » Kang Yoto: Buat Outlet Pangan Olahan Umbi untuk Majukan Pariwisata di Bojonegoro

Teknologi pangan telah mampu mengubah bentuk dan penampilan produk pangan. Bentuknya dan rupanya cantik, rasanya enak bak penganan sajian di hotel bintang lima. Eh, ternyata kue-kue tersebut diolah dari bahan aneka kacang dan umbi yang banyak tumbuh di Kabupaten Bojonegoro. Demikian kata Kang Yoto panggilan akrab Drs. Suyoto, M.Si., Bupati Kab Bojonegoro pada saat Pelatihan dan Sosialisasi Teknologi Pengolahan Aneka Kacang dan Umbi mendukung Diversifikasi Pangan di Desa Tanjunghardjo, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro (20/9). Pelatihan diikuti 25 orang terdiri dari unsur ibu kader PKK, Kelompok Wanita Tani, Penyuluh Pertanian Lapang dan Pengrajin Makanan dari Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro. Selanjutnya pak Bupati mengatakan bahwa olahan pangan berbasis aneka kacang dan umbi yang disajikan sangat menarik dan cocok untuk disajikan di Hotel-hotel, pada saat rapat-rapat, workshop lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Bojonegoro bahkan Bapak Bupati menyarankan kepada ketua Bapeda untuk merancang outlet/pasar minggu pagi yang menyajikan makanan-makanan berbasis aneka kacang dan umbi, agar produk makanan lokal menjadi andalan pariwisata Bojonegoro. Kepala Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi) Dr. Didik Harnowo menyambut baik pernyataan Bupati dan Balitkabi akan membantu teknologi budidaya sampai pada pengolahan bahan pangan sebagai bentuk dari tekad kita untuk mewujudkan Kedaulatan Pangan berbasis kearifan pangan lokal. Ir Erliana Ginting MSc. peneliti pascapanen Balitkabi sebagai ketua Sosialisasi dan pelatihan teknologi pengolahan aneka kacang dan umbi menjelaskan bahwa : 1. Tepung ubikayu dapat diolah menjadi tiwul instan, stick mocaf, bola-bola cassava dan wingko, 2. Ubijalar dapat diolah menjadi Onde-onde, mie, brownies, cake kurma, kue mangkok, sweet potato stick, Choco chips, lidah kucing, juice, es krim, 3. Ganyong dapat diolah untuk Oenbenkuk, dawet, 4. Garut untuk kue semprit, Mbote/kimpul untuk DC Cross. Bentuk makanan olahan seperti: Tiwul kaya protein, Wingko Ubikayu, Onde-onde ubijalar ungu, Mie dari ubijalar ungu, juice ubijalar kuning yang banyak mengandung betakaroten, dawet cendol berbahan baku pati ganyong. Tiwul dari ubikayu yang ditambah tepung kacang hijau merupakan paduan karbohidrat dan protein yang serasi dan menambah rasa enaknya tiwul. Bahan dasar Ubijalar Ungu banyak mengandung zat antosianin yang berperan sebagai anti oksidant di dalam tubuh kita yang berguna untuk kesehatan jantung, sedang bahan makanan dari ubijalar kuning, mengadung banyak betakaroten yang berperang sebagai pro vitamin A yang akan menyehatkan mata. Ternyata bahan baku aneka kacang dan umbi dari Bojonegoro dapat diolah menjadi makanan yang menarik dan bergizi.
Drs. Suyoto MSi, Bupati Bojonegoro, saat promosi produk olahan dari aneka umbi dan kacang pada Pembukaan Sosialisasi dan Pelatihan Teknologi dan
Pengolahan Aneka Kacang dan umbi. Kepala Balitkabi menyerahkan makanan olahan dari aneka kacang dan umbi Kepada Bupati Bojonegoro

Ir. Erliana Ginting menjelaskan berbagai olahan pangan berbasis aneka kacang dan umbi. Bupati Bojonegoro dan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan
Bojonegoro di dampingi Kepala Balitkabi mencicipi makanan olahan dari aneka kacang dan umbi.
Marwoto/AW