Berita » Kecap dengan Ramuan Pendowo Limo

Peruntukan utama kedelai hitam adalah untuk bahan baku kecap dan Kementerian Pertanian telah melepas sebanyak 9 varetas kedelai hitam. Balitbangtan telah menghasilkan 4 varietas kedelai hitam terbaru yaitu Detam 1 (dilepas 2008), Detam 2 (2008), Detam 3 Prida (2013), dan Detam 4 Prida (2014). Dalam rangka mensosialisasikan varietas unggul kedelai hitam beserta pengolahannya, Balitkabi melakukan Gelar Varietas Kedelai Hitam di KP Genteng Banyuwangi, 7 Oktober 2014. Paling tidak terdapat 2 desa yaitu Tapanrejo (Muncar Banyuwangi) dan Rejosari (Cluring Banyuwangi) yang sebagian masyarakatnya telah memproduksi kecap asal kedelai hitam secara turun-temurun pada skala rumah tangga. Mereka selalu mempertahankan bahan baku kedelai hitam dan jika sangat terpaksa melakukan campuran 5 bagian kedelai hitam dengan 1 bagian kedelai kuning. Informasi dari beberapa pengrajin kecap dengan menggunakan kedelai hitam selain memiliki citarasa bagus juga proses produksinya terutama saat memasak lebih cepat dibandingkan dengan kedelai kuning, disertai dengan rendemen kecap yang juga lebih tinggi.


Gelar varietas kedelai hitam dan pengrajin kecap

Kapasitas produksi setiap orang berkisar 10–20 kg kedelai setiap minggu. Pada umumnya 1 kg kedelai hitam dapat menghasilkan 1–2 botol kecap (sekitar 600 ml). Pemasaran kecap terbatas dalam satu kecamatan dan seringkali dibuat sebagai oleh-oleh untuk dibawa ke tempat lain. Harga 1 botol kecap adalah Rp20.000. Yang menarik adalah para pengrajin kecap menanam sendiri kedelai hitam untuk bahan baku kecap, dengan varietas kedelai hitam asalan. Pada saat melihat displai benih varietas kedelai hitam, sebagian besar pengrajin kecap memilih Detam 3 Prida yang dianggap paling cocok untuk bahan baku kecap, mereka memperkirakan memiliki rendemen kecap yang lebih tinggi dibandingkan varietas kedelai hitam yang lain. Harga kedelai hitam Rp1000 lebih mahal dibandingkan dengan kedelai kuning yang saat ini harga kedelai hitam berkisar Rp8.000–Rp8.500/kg. Salah satu pengrajin kecap, Ibu Supinah, kecap yang dihasilkan tidak menggunakan bahan pengawet, dilakukan secara alami. Harga kecap juga ditentukan oleh tingkat keenceran kecapnya. Yang paling penting menurut Bu Supinah yang telah memproduksi kecap sejak puluhan tahun adalah ramuan pendowo limo, yang terdiri dari adas, polo, mrico, gula aren, dan garam.

MM/AW