Berita » Kedelai Kaya Isoflavon Generasi 2.0

isoflavonMeningkatnya kesadaran masyarakat untuk hidup sehat, semakin memerlukan asupan makanan yang tidak hanya bercitarasa tinggi namun juga semakin mempertimbangkan nilai nutrisinya. Isoflavon merupakan senyawa metabolit sekunder yang memiliki banyak manfaat diantaranya mencegah beberapa penyakit kronis seperti penyakit kardiovaskular, akibat adanya aksi phytoestrogen.

Balitbangtan melalui Balitkabi telah berhasil melepas varietas kedelai Devon 1 (kedelai kaya isoflavon) pada tahun 2015. Pada tahun 2017, berhasil dilepas kembali varietas kedelai Devon 2. Biji Devon 2 tergolong besar (17 g/100 biji), lebih besar dari ukuran biji Devon 1 (14.3 g/100 biji), serta lebih genjah (77 hari) dari Devon 1 (83 hari).

Unit Pengelola Benih Sumber (UPBS) yang ada di Balitkabi, mulai tahun 2017 terus memperkuat penyediaan benih sumber Devon 2. Pada tahun 2017 telah dibentuk benih intinya dan pada tahun 2018 diproduksi benih penjenis (Breeder Seed, BS). Lokasi produksi BS Devon 2 berada di KP Genteng seluas 0,5 ha. Keragaan Devon 2 pada MK2 di KP Genteng sangat bagus, tanaman bercabang dan jumlah polong/tanaman di atas 45 polong, dengan tinggi tanaman di atas 50 cm. Berpeluang memperoleh calon benih di atas 2,5 t/ha.

Uji kesesuaian kedelai Devon 2 terhadap produk tempe telah dilakukan oleh peneliti teknologi pangan Balitkabi (Ir. Erliana Ginting, M.Sc). Tempe yang dihasilkan dengan bahan baku kedelai Varietas Devon 2, tidak kalah dengan kualitas kedelai impor, bahkan dari sisi kandungan nutrisi dan citarasanya, tempe asal Devon 2 adalah lebih baik dari kedelai impor.

Harapan memperkuat bahan baku industri kedelai nasional menggunakan karya anak bangsa semakin menguak.

Keragaan Devon 2 di KP Genteng MK2 2018 (Foto: koleksi Arifin, S.P.)

Keragaan Devon 2 di KP Genteng MK2 2018 (Foto: koleksi Arifin, S.P.)

MMA