Berita ยป Kedelai Mulai Bangkit di Lombok

Sasaran luas tanam dan produksi kedelai Nusa Tenggara Barat pada tahun 2013 berturut-turut 97.615 ha dan produksi 137.000 ton, target yang sangat berat bila tidak didukung oleh pihak terkait yaitu petani, penyuluh, peneliti, dan pengambil kebijakan. Balitkabi bekerjasama dengan BPTP Nusa Tenggara Barat dan dengan petani binaan BPTP telah menanam kedelai untuk benih, seluas 20 ha yang diharapkan akan menghasilkan benih 26 ton kelas SS yang akan dipersiapkan untuk benih di lahan kering pada MH/MK 2013/2014. Benih 26 ton benih ini diharapkan dapat ditanam di areal lahan kering seluas 520 ha, penanaman 520 ha diharapkan dapat menghasilkan 1,3 t/ha dan produksi benih ES sebesar 676 ton benih ES pada tahun 2014 nanti.Penanaman benih kedelai SS untuk membantu penyediaan benih di Nusa Tenggara Barat tersebar di Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Dompu, dan Bima. Saat ini, pertanaman kedelai di sepanjang jalan dari Lombok Barat sampai dengan Lombok Timur, didominasi tanaman kedelai muda. Namun demikian teknologi yang diterapkan oleh petani kedelai di Pulau Lombok masih sangat bervariasi dari cara tanamnya: benih disebar, tanpa saluran drainasi. Cara tanam disebar jarak tanam dan kepadatan tanaman menjadi tak teratur, sebagian padat dan sebagian terlalu renggang. Cara tanam sebar dan lebih boros dalam penggunaan benih. Jadi harus diperbaiki.
Saluran drainasi berfungsi untuk mengatur kelembaban, pada lahan yang tergenang air karena masih ada hujan, benih kedelai tidak bisa tumbuh. Namun sebagian kecil petani telah menanam dengan tugal ada yang beraturan dengan jarak 40 x 15 cm dan telah mengikuti rekomendasi, tetapi masih ada juga yang tidak beraturan mengikuti alur barisan padi. Seperti Amak Kamandanu petani di Lombok Timur, walaupun belum banyak pengalaman menanam kedelai tetapi mereka rajin konsultasi dengan penyuluh THL, maka tanaman kedelainya dapat tumbuh dengan baik. Pada musim tanam yang lalu dapat menghasilkan 2,6 ton pada lahan seluas 1 ha. Mudah-mudahan penampakan pertanaman kedelai di pulau Lombok menunjukkan kebangkitan kedelai dan dapat mendukung tercapainya sasaran produksi kedelai di Nusa Tenggara Barat yang dicanangkan pemerintah.
Tanam cara sebar yang menunjukkan kepadatan populasi tinggi, dan cara sebar yang tidak merata populasinya, pemborosan benih dan populasi yang tidak merata.

Jarak tanam yang teratur dan saluran drainasi yang teratur di sekeliling petakan dan di tengah petakan di Lombok Tengah.Prof Marwoto/AW