Berita » Kedelai Sayur Edamame

Pertanaman kedelai Edamame.

Pertanaman kedelai Edamame.

Permintaan pasar terhadap kedelai sayur (Edamame) masih cukup besar khususnya oleh negara Jepang. PT Mitratani Dua Tujuh merupakan produsen dan pengekspor satu-satunya kedelai Edamame ke Jepang. Pada tahun 2016 telah dilakukan penandatanganan MoU antara PT Mitratani Dua Tujuh dengan Balitkabi yang bertujuan untuk meningkatkan produksi kedelai dalam negeri, termasuk melalui pembentukan varietas unggul baru yang adaptif terhadap iklim tropis. Sebagai tindak lanjut kerjasama tersebut, pada tanggal 2 Maret 2018 dilakukan diskusi antara peneliti Balitkabi dengan Divisi R&D Mitratani.

Diskusi dilakukan pada salah satu pertanaman produksi Edamame yang berada di Desa Mayang, Jember. Target luasan produksi Edamame pada tahun 2017 mencapai 1200 ha, dengan target produksi sebesar 9 ton polong basah/ha sesuai kriteria pasar. Permasalahan lapang saat ini adalah tingginya serangan hama kutu kebul, pemicu penyakit virus. Penyediaan benih untuk memenuhi kebutuhan tanam setiap tahun juga merupakan permasalahan yang penting. Varietas yang digunakan saat ini adalah SPM-1, yang merupakan varietas hasil seleksi oleh Mitratani. Seleksi terhadap SPM-1 diperoleh satu calon varietas yakni E054 yang juga siap untuk dikembangkan oleh Mitratani.

Pengamatan dan diskusi lapang.

Pengamatan dan diskusi lapang.

Saat ini, peningkatan produktivitas polong segar Edamame semakin sulit. Untuk memecahkan masalah tersebut, Ayda Krisnawati, M.Sc. (pemulia kedelai Balitkabi) menyarankan agar dilakukan pembentukan benih inti dari varietas yang digunakan saat ini secara periodik, dan jika memungkinkan menggunakan benih sumber setara FS/SS, konsekuensinya dibutuhkan lahan produksi benih yang semakin luas. Perlu juga memetakan kembali populasi tanaman/ha, baik antar lokasi maupun antar musim. Semakin tinggi populasi tidak selalu meningkatkan produksi polong segar kedelai. Selain program pengembangan varietas untuk mempercepat pelepasan galur E054, juga dilakukan program perakitan varietas melalui persilangan.

Untuk menjaga kualitas produknya, PT Mitratani Dua Tujuh telah menerapkan Sistem Manajemen Keamanan Pangan melalui Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP) dan British Retail Concorcium (BRC).

AyK