Berita » Menuju Kemandirian Benih Kedelai untuk Kedaulatan Pangan

Di samping panen kacang hijau varietas Vima dan jagung, Gebyar Perbenihan Tanaman Pangan 2014, di Boyolali, 10-11 September 2014, juga menyelenggarakan: 1) Sarasehan Pengembangan Perbenihan Kedelai dengan topik Kemandirian Benih Kedelai untuk Mendukung Terwujudnya Kedaulatan Pangan, dan (2) Temu Teknologi Perbenihan Tanaman Pangan dengan nara sumber ahli dari Kementerian Pertanian, Swasta, dan Lembaga Masyarakat/Profesi, dan (3) Pameran Perbenihan Tanaman Pangan.
Diawali sambutan Bupati Boyolali, dan Pengarahan oleh Gubernur Jawa Tengah, Bapak Ganjar Pranowo, Sarasehan menampilkan nara sumber Dr. Hasil Sembiring Direktur Serealia, Dr. Bambang Budhianto Direktur Perbenihan, Dr. Ir. Maman Suherman Direktur Aneka Kacang dan Umbi, Dr. Rifda Naufalia Ketua Konsorsium Kedelai Jawa Tengah, Bambang Supartoko MSi, Komisi Penyuluhan Jawa Tengah. Sarasehan diikuti sekitar 300 orang dari seluruh Indonesia terdiri dari petani, penangkar dan perusahaan benih, penyuluh, peniliti, staf BPSB. Sarasehan dipandu oleh Prof Dr Marwoto, peneliti Badan Litbang Pertanian.
Sembilan langkah strategis bidang perbenihan untuk mendukung kedaulatan pangan berhasil dirumuskan, sebagai berikut. 1) Penetapan harga kedelai konsumsi dan harga benih ditingkatkan agar petani bersemangat untuk memproduksi kedelai yang pada akhirnya berdampak membuka pasar benih. Harga benih yang ideal 1,5 atau 2 kali harga konsumsi. 2) Harga yang baik bagi petani kedelai merupakan insentif yang dapat diterima petani secara langsung dan sekaligus memberi rangsangan bagi petani untuk menanam kedelai kembali. 3) Mengembangkan pusat-pusat penangkaran perbenihan di masing-masing wilayah (provinsi/kabupaten) beserta fasilitas, sarana, dan prasarana yang diperlukan. 4) Menghidupkan kembali penangkar benih kedelai, melalui JABALSIM, termasuk memberdayakan lahan hutan, perkebunan. 5) Perbaikan mutu benih melalui jalur: (a) sertifikasi untuk program PTT dan Perluasan Areal, dan (b) pengembangan benih kedelai swadaya. 6) Untuk memberikan kemudahan proses produksi benih kedelai diusulkan sistem perbenihan kedelai diatur melalui Permentan. 7) Perpanjangan Surat Tugas Menteri Pertanian No 3361KP.3401.M1111.2013 bahwa Balitbangtan diberi tugas untuk memproduksi benih kedelai dari kelas BS sampai SS, mengingat program ini sangat membantu penyediaan benih di lapang. 8) Peningkatan kemampuan penyuluh, petugas benih dan penangkar melalui pelatihan produksi benih kedelai bermutu perlu dilakukan. 9) Segera dibentuk tim kecil yang bekerja membuat pedoman umum dan petunjuk teknis kemandirian benih kedelai, sebagai dasar operasional petugas pelaksana perbenihan di daerah. Prof Marwoto/AW