Berita ยป Kembalikan Citra Gunung Kidul sebagai Produsen Benih Kedelai

Pertanaman Detap 1 di desa Bleberan,kec. Playen, kab. Gunung Kidul

Pertanaman Detap 1 di desa Bleberan,kec. Playen, kab. Gunung Kidul

Dalam rangka mengembalikan citra Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta sebagai produsen benih kedelai dan pemasok benih kedelai untuk daerah DIY maupun Jateng, Kepala BPTP DIY (Dr. Soeharsono S.Pt., M.Si) menggelar koordinasi bersama beberapa instansi terkait. Dua peneliti Balitkabi Dr. M Muchlish Adie dan Dr. Kartika Noerwijati mengikuti koordinasi tersebut bersama peneliti BPTP DIY Dr. Fibrianty dan Eko Srihartanto, S.P., M.Sc, serta Bapak Sumari perwakilan dari UD. Sumber Tani (penangkar benih). Koordinasi ini dilaksanakan dengan diskusi dan kunjungan lapang ke lahan Perhutani (Kayu Putih) sebagai calon lokasi pengembangan dan pertanaman produksi benih kedelai Detap 1 yang memasuki fase generatif.

Peneliti Balitkabi Dr. M.Muclish Adie dan Dr. Kartika Noerwijati bersama Kepala BPTP Yogyakarta Dr. Soeharsono dan Penangkar kedelai Bapak Sumari pada pertanaman Detap 1 (kiri) dan lokasi calon pengembangan kedelai di lahan Kayu putih desa Bleberan,kec. Playen, kab. Gunung Kidul

Peneliti Balitkabi Dr. M.Muclish Adie dan Dr. Kartika Noerwijati bersama Kepala BPTP Yogyakarta Dr. Soeharsono dan Penangkar kedelai Bapak Sumari pada pertanaman Detap 1 (kiri) dan lokasi calon pengembangan kedelai di lahan Kayu putih desa Bleberan,kec. Playen, kab. Gunung Kidul

Wilayah Gunung Kidul berpeluang besar menjadi penyedia benih sumber kedelai, hal ini didasari terdapat potensi pertanaman kedelai pada MH (Oktober/Nopember) dalam skala terbatas, MK 1 pada lahan Perhutani dan MK 2 di lahan sawah. Keunggulan Gunung Kidul sebagai penyedia benih kedelai adalah pemanfaatan lahan Perhutani untuk memproduksi benih kedelai pada musim tanam Februari/Maret. Produksi benih dari lahan Perhutani digunakan sebagai benih sumber untuk kedelai MK 2 (lahan sawah) yang kebutuhan adalah sangat banyak. Berdasarkan hal di atas maka wilayah ini layak untuk dijadikan sentra produksi kedelai. Walaupun masih diperlukan kesepakatan dan eksekusi pelaksanaan desentralisasi benih dari Puslitbang Tanaman Pangan.

Pemda Gunung Kidul memiliki program pengembangan kedelai seluas 5.000 ha. Artinya memerlukan penyediaan benih sebanyak 250.000 kg. Hal ini merupakan peluang bagi produsen benih sebagai mitra penyedia benih, sehingga perlu sinergi dan kesepakatan antar institusi terkait untuk menyepakati penyediaan benih tersebut (kejelasan kontrak dengan gapoktan, harga benih dsb.). Penangkar benih UD Sumber Tani, menyanggupi menyediakan benih kedelai, karena selama ini telah menjadi pemasok untuk kebutuhan benih di daerah Purworejo dan sekitarnya.

Keragaan Detap 1 pada fase pengisian polong

Keragaan Detap 1 pada fase pengisian polong

Pada Februari/Maret 2020, lahan di bawah tanaman kayu putih akan digunakan untuk program produksi benih kedelai seluas 10 Ha yakni 5 Ha untuk varietas Biosoy dan 5 Ha untuk Detap 1. Balitkabi diharapkan mendukung benih Detap 1 pada program ini. Untuk itu UPBS Balitkabi dan BPTP DIY harus segera berkoordinasi tentang ketersediaan benih yang dibutuhkan, sehingga inovasi Balitbangtan segera sampai ke petani.

Tindak lanjut MoU antara Balitkabi dengan Syngenta Foundation, UD Sumber Tani menerima bantuan benih varietas Detap 1 sebanyak 100 kg. Pertanaman Detap 1 dilakukan secara bertahap. Pada lahan seluas 1 ha yang telah ditanami Detap 1 pada tanggal 12 Desember dan 20 Desember 2019, keragaan tanaman sangat bagus dan saat ini berada pada fase pengisian polong. Jumlah polong pertanaman sekitar 80 polong. Hal ini sangat diapresiasi oleh Kepala BPTP DIY dan Bapak Sumari (UD Sumber Tani). Semoga Detap 1 berkembang di Gunung Kidul serta dapat menekan kehilangan hasil.

MMA/KN/EsU