Berita » Kendala Budi Daya Kedelai di Lahan Pasang Surut Kalsel

Lahan di antara tanaman kelapa sawit (lorong sawit) merupakan lahan yang cukup subur. Tanaman kedelai varietas Anjasmoro yang ditanam di lorong sawit memiliki pertumbuhan cukup baik, daun berwarna hijau tua dan lebar.

Karena pertumbuhan tanaman yang subur, maka pada jarak tanam 40 cm x 15 cm, terlihat agak rapat, tanaman seperti mengalami gejala etiolase dengan ruas batang yang agak panjang. Tanaman tumbuh dengan tinggi rata-rata mencapai kurang lebih 81cm.

Curah hujan yang cukup tinggi disertai angin menyebabkan risiko tinggi terhadap kerebahan tanaman. Dua minggu terakhir cuaca mendung dan sering turun hujan pada sore hari, sehingga akan berdampak pada efektifitas pengendalian hama kedelai yang dilakukan. Jika setelah selesai aktivitas penyemprotan, sesaat kemudian hujan turun maka efektivitas pengendalian menjadi rendah.

Saat tanaman kedelai berumur 45 HST, hama perusak daun telah muncul di pertanaman kedelai. Hama yang ada di lahan kedelai antara lain ulat grayak mulai instar 1 sampai 5, ulat penggulung daun dan belalang.

Populasi ulat garak tertinggi 2 ekor/1 m2, populasi penggulung daun tertinggi mencapai 3 ekor/1 m2. Intensitas serangan masih di bawah ambang kendali (< 20%). Berdasarkan hasil pemantauan populasi ulat dan tingkat kerusakan tanaman di lapangan, maka penyemprotan berdasarkan pemantauan ambang kendali mulai dilakukan.

kalsel

Keragaan tanaman kedelai varietas Anjasmoro umur 45 HST di antara lorong sawit

Semoga aplikasi biopestisida dapat diandalkan untuk menekan serangan ulat setara dengan penggunaan insektisida kimia.

kalsel1

SWI