Berita » Kendala Serangan Hama pada Budi Daya Kedelai di Lorong Sawit

lamprosemaPengamatan di lapangan untuk serangan hama daun pada kegiatan Budena Kelapa Sawit yang dilaksanakan di Desa Tanjung Jati, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara menunjukkan banyak ditemukan populasi ulat penggulung daun Lamprosema indicata, ulat jengkal Chrysodeixis calcites, ulat grayak Spodoptera litura, kumbang Coleoptera (nama lokal : oteng-oteng), kutu kebul, dan wereng hijau. Selain itu juga ditemukan populasi musuh alami Paederus fuscipes.

Intensitas serangan hama daun berkisar antara 30−50%, dengan didominasi serangan hama ulat penggulung daun dan ulat jengkal. Populasi kutu kebul dan wereng hijau masih sangat rendah. Pengendalian dengan insektisida sudah dilaksanakan satu minggu sekali. Tingginya intensitas kerusakan daun maka pengendalian harus dilakukan lebih intensif lagi yaitu setiap tiga hari sekali dengan menggunakan insektisida berbahan aktif Imildakloprid, Profenofos, Deltametrin, Sipemetrin, Metomil, dan Lamdasihalotrin.

Serangan hama yang perlu diwaspadai adalah serangan ulat penggulung daun L. indicata. Hama ini merupakan ordo Lepidotera. Gejala serangan berupa daun-daun tergulung menjadi satu dan apabila dibuka gulungannya akan didapati ulat atau kotoran ulat yang berwarna hitam. Ulat ini membentuk gulungan daun dengan merekatkan daun yang satu dengan daun lainnya dengan zat perekat yang dihasilkannya.

Teknik pengendalian hama penggulung daun dengan cara penerapan pengelolaan hama terpadu (PHT) antara lain dengan cara budi daya tanaman sehat, penerapan paket-paket teknologi, pemantauan hama, penggunaan musuh alami atau agens hayati dan terakhir dengan aplikasi insektisida.

Gejala serangan hama penggulung daun.

Gejala serangan hama penggulung daun.

Selain kegiatan observasi di lapangan, juga diadakan pertemuan dengan anggota kelompok tani yang ikut mendukung kegiatan Budena Kelapa Sawit. Dalam pertemuan tersebut diperkenalkan hama dan penyakit kedelai. Pertemuan dihadiri sekitar 40 anggota kelompok tani yang dilaksanakan pada pukul 20.00−23.00 WIB. Para peserta antusias mengenal hama dan penyakit yang biasa menyerang kedelai, dengan berbagai pertanyaan yang diajukan.

KPS/SBE