Berita » Kepala Balitbangtan: Kerja Balitbangtan harus Inovatif Berbasis Output

Kepala Badan Litbang Pertanian, Dr. Ir. Muhammad Syakir, M.S. melakukan kunjungan ke Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi), Kamis, 4 Agustus 2016. Kunjungan dilakukan bersama Dr. Rusman Heriawan (mantan Wakil Menteri Pertanian 2014), Joko Supriyono (Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia), Kepala BPTP Jawa Tengah, Kepala BPTP Jawa Timur, Kepala Balitas, Kepala BPTP Lampung dan jajaran staf Badan Litbang Pertanian.

Ka. Balitbangtan memberikan arahan pada pertemuan internal Balitkabi yang dihadiri oleh seluruh peneliti, teknisi dan karyawan non-peneliti Balitkabi. Balai penelitian merupakan ujung tombak Balitbangtan untuk mewujudkan visi Kementerian Pertanian dalam mendukung program-program Pemerintah.

Beliau menyampaikan bahwa penelitian Balitbangtan berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh perguruan tinggi. Lembaga riset Balitbangtan didesain untuk mendukung program strategis Kementerian Pertanian.Penelitian Balitbangtan adalah penelitian berbasis output, tidak sekedar scientific.

Penelitian Balitbangtan tidak boleh hanya menghasilkan makalah (tulisan) tetapi juga harus memberikan delta ekonomi yang signifikan bagi masyarakat, khususnya petani. Energi Balitbangtan harus fokus untuk memikirkan teknologi yang bermanfaat bagi rakyat, karena semua dana yang diperoleh berasal dari rakyat.

Beberapa hal yang menjadi kunci untuk mendukung kerja Balitbangtan berbasis output, menurut Dr. Ir. M. Syakir adalah membuat inovasi teknologi pertanian dengan efisiensi sebagai salah satu dasar pertimbangan, membentuk tim evaluasi proposal dengan menambahkan variabel output sebagai komponen pertimbangan/ penilaian, menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi dalam pelaksanaan penelitian, dan menggencarkan kegiatan diseminasi teknologi pertanian.

Pada kesempatan tersebut Dr. Rusman Heriawan mengatakan bahwa “Persoalan swasembada kedelai, adalah persoalan bagaimana semangat kita untuk menuju swasembada kedelai”.

Beberapa aspek yang harus selalu diperhatikan oleh Balitbangtan, terutama Balitkabi tentang swasembada kedelai adalah aspek ruang produksi (areal tanam), harga komoditas kedelai, lompatan inovasi teknologi, dan produktivitas kedelai.

Beliau menambahkan, “Komposisi peneliti pertanian dan non pertanian, dalam Badan Litbang Pertanian, harus diperhatikan. Peneliti non-pertanian diperlukan untuk mendukung diseminasi teknologi, untuk berkomunikasi dengan petani”.

Sebagai penutup, Ka. Balitbangtan menegaskan beberapa hal yang harus dijaga yaitu rasa rendah hati dan kekeluargaan. Rendah hati adalah kunci keberhasilan, sedangkan kekeluargaan, dalam hal ini, kekeluargaan internal Balitkabi harus dijaga karena sangat berpengaruh terhadap kerja balai sekarang dan masa depan.

5-8-16

RA/PHP