Berita ยป Keranjang Pengolah Sampah Tatakura, Cocok untuk Perkantoran

1-dharma-w-4

Lingkungan memang harus aman, bersih, dan asri. Agenda pertemuan rutin setiap bulan dari Dharma Wanita Persatuan Balitkabi, disampaikan beragam pencerahan dan pengetahuan, bahkan seringkali mendatangkan narasumber dari luar Balitkabi. Pertemuan 16 Mei 2012 disosialisasikan Tatacara Penggunaan Keranjang Sakti (Tatakura Home Method) yang disampaikan langsung oleh Ketua Dharma Wanita Balitkabi, Ibu Muchlish Adie.

Disampaikan oleh Ibu Muchlish, Balitkabi adalah lingkungan pertanian, beragam, dan bertumpuk limbah pertanian, belum lagi sampah dedaunan dari pohon rindang di sekitar kantor. Apa harus dibakar, atau dibiarkan begitu saja??? Mari kita semakin peduli terhadap lingkungan kantor kita. Banyak solusi yang dapat dilakukan salah satunya adalah Penggunaan Keranjang Tatakura. Keranjang sakti Takakura adalah suatu alat pengomposan sampah organik untuk skala rumah tangga. Karena bentuknya yang praktis, bersih, dan tidak berbau, aman digunakan di rumah maupun di kantor. Keranjang ini dijuluki keranjang sakti karena kemampuannya mengolah sampah organik sangat baik. Sosialisasi menjadi menarik, karena Bu Muchlish mempraktikkan langsung cara penggunaan keranjang Tatakura. Hanya ada enam prinsip penggunaannya yaitu, (1) penggalian lubang, (2) memasukkan sampah, (3) menimbun sampah, (4) menutup dengan bantal sekam, (5) tutup dengan kain, dan yang terakhir (6) adalah catatan lain (hindarkan dari terik matahari langsung dan hujan, sampah yang dimasukkan harus berumur maksimal 1 hari dan sampah ukuran besar harus dicacah terlebih dahulu).

Ibu Muchlish Adie menjelaskan tata cara penggunaan keranjang pengolah sampah Tatakura

Konon keranjang kompos Takakura ditemukan oleh Koji Takakura, yang intensif melakukan kajian pengolahan sampah organik di Surabaya. Saat ini Keranjang Tatakura telah banyak digunakan oleh ibu-ibu rumah tangga. Bergaul dengan Keranjang Tatakura, telah dilakukan Bu Muchlish sejak tahun 2008. Diawali keaktifannya dalam Environmental Services Program (ESP) USAID, Bu Muchlish mendapatkan pelatihan tentang lingkungan hidup termasuk Keranjang Tatakura, dan akhirnya diundang menjadi narasumber di berbagai pertemuan bernuansa lingkungan hidup. Bu Muchlish masih menyimpan obsesi, bagaimana membangun rumah kompos di lingkungan Balitkabi. Ajakan peduli lingkungan harus terus dilakukan, termasuk di Balitkabi. Semoga berhasil ……