Berita » Kerja sama antara Kementan RI dengan Kementan Republik Madagaskar

Landasan kerjasama antara Kementerian Pertanian RI dengan Kementerian Pertanian Republik Madagaskar adalah (1) komitmen Pemerintah RI di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) FAO pada tanggal 3−5 Juni 2008 di Roma (Italia), (2) tindak lanjut kunjungan Dubes RI untuk Madagaskar kepada Kepala Pusat Kerjasama Luar Negeri, (3) tindak lanjut kunjungan Tim Training & Application center in Agricultural Machinery Madagaskar ke Indonesia pada tanggal 5−6 Maret 2013, serta (4) tindak lanjut kunjungan delegasi Pusat Kerjasama Luar Negeri dan Pusat Pelatihan Pertanian ke Madagaskar untuk membantu negara berkembang dengan technical assistance.

Tema kerjasama tahap pertama ini adalah “Pengembangan sistem produksi kedelai di Madagaskar”. Berkaitan dengan hal tersebut Kementerian Pertanian RI menugaskan Tenaga Ahli dari Badan Litbang Pertanian yang terdiri atas Prof. Dr. Sudaryono (Ketua Tim), dengan anggota Dr. Heru Kuswantoro (Pemulia Kedelai), Dr. Suharsono (Perlindungan Tanaman), Ir. Yudi Widodo, MS (Agronomis), dan Suprapto, SP (Teknisi Pasca Panen).

Tujuan kerjasama ini adalah (1) Membantu negara berkembang khususnya Madagaskar dalam peningkatan produksi pangan melalui pengembangan kedelai, (2) Memperkenalkan teknologi tepat guna dan model pengembangan pertanian yang dilakukan di Indonesia sekaligus mempromosikan produk pertanian Indonesia seperti alat mesin pertanian, benih, pupuk, dan produk inovasi lainnya (sebagai contoh memperkenalkan program KRPL), dan (3) Mempromosikan tenaga ahli pertanian Indonesia di tataran internasional.

Sistematika dan tahapan pengembangan sistem produksi kedelai di Madagaskar meliputi tahapan yaitu :

  1. Asesment Pengembangan Sistem Produksi Kedelai di Madagaskar (25 Agustus−30 Nopember 2013), dilakukan oleh Prof. Dr. Sudaryono dan Dr. Suharsono, MS.
  2. Project Design Pengembangan kedelai di Madagaskar, disusun oleh Prof. Dr. Sudaryono.
  3. Indonesia Proposed Budget (2014), diorganisasi oleh Pusat Kerjasama Luar negeri Kementan RI (Centre International Cooperation Ministry of Agriculture Republic Indonesia)
  4. Record of Discussion (ROD) antara Kementan Indonesia dengan Kementan Madagaskar
  5. Training Teknologi Produksi dan Pengolahan Kedelai serta display proses pengolahan kedelai (3 September−16 Oktober 2014).
  6. Demplot Teknologi Produksi dan Uji Adaptasi Varietas kedelai Indonesia pada dua agroekologi : lahan sawah (Mei−Nopember 2014) dan lahan tegal (Oktober 2014−Mei 2015)
  7. Farm Fielday Teknologi Kedelai di Ambohimangakely (25 September 2014) dan Antsirabe (April 2015).
  8. Workshop Pengembangan Produksi Kedelai (April 2015).
  9. Sosialisasi Teknologi Kedelai di Madagaskar (2015−2016) (Demfarm Teknologi Budidaya Kedelai di Lahan Petani).
  10. Pengembangan Sistem Perbenihan Kedelai (2015−2018).
  11. Pengembangan Sistem Produksi Kedelai di Madagaskar pada dua agro-ekologi : Agroekologi lahan sawah dan agroekologi lahan tegal (2015−2018).
  12. Pengembangan Agribisnis dan Agroindustri Kedelai di Madagaskar (Minagri Indonesia − Minagri Madagaskar).
  13. Terminated Evaluation Program (Minagri Indonesia − Minagri Madagascar)


Dari kiri ke kanan: Direktur Jenderal Teknik Kementan Madagaskar, Kabid Ekonomi KBRI, Prof. Dr. Sudaryono,
Menteri Pertanian Madagaskar Rolland, Dr. Suharsono, Kuasa Tetap KBRI di Madagaskar, Sekretariat Kementan Madagaskar.

Berdasarkan kegiatan asesment yang dilakukan oleh Prof. Dr. Sudaryono dan Dr. Suharsono, MS, terdapat peluang pengembangan sistem produksi kedelai pada dua agroekosistem, yaitu pada agroekosistem lahan sawah sesudah padi dan agroekosistem lahan tegal. Keluaran dari kegiatan asesment tersebut adalah pilot proyek design demplot kedelai yang .diselenggarakan pada tahun anggaran 2014 pada dua agroekosistem. Ada dua kegiatan pokok demplot kedelai di Madagaskar, yaitu (1) Uji adaptasi teknologi budidaya kedelai di lahan sawah sesudah padi dan lahan kering (tega), dan (2) uji adaptasi 7 varietas unggul kedelai Indonesia (Detam, Argomulyo, Burangrang, Gema, Dering, Wilis, Ijen) dibandingkan dengan 5 varietas kedelai Madagaskar (OC 11, FT 10, Malady, Souht Africa, Lokal Madagaskar).

Sudaryono