Berita » KERJASAMA BALITKABI DENGAN SAKATA JEPANG

sakata-8

Sakata Seed Company, industri yang selama ini lebih banyak bergerak di bidang perbenihan hortikultura, tidak asing di negara tercinta Indonesia, karena berbagai produknya banyak tersedIa di pasaran domestik. Kerjasama Badan Litbang Pertanian dengan Sakata telah dilakukan sejak beberapa tahun lalu.  Kerjasama yang telah berjalan adalah dengan Balithi dan Balitsa.

Komoditas tanaman pangan, sebagai sumber pangan fungsional, ternyata juga menarik perhatian Sakata. Rintisannya telah dilakukan tahun 2010 di Puslitbangtan.  Tindaklanjutnya dilakukan kunjungan Sakata Seed Corporation yaitu Dr. Tomohiro Kamogawa (Research and Development Divison; Genetic Resources Department) dan Dr. Eko Legowo; ke Balitkabi; 12 September 2011. Paparan dari Sakata, kerjasama diarahkan untuk pangan fungsional dan potensi untuk bahan baku industri, dengan tekanan dari komoditas kabi yang selama ini belum banyak dimanfaatkan.  Namun demikian masih berpeluang mengusulkan pangan alternatif bersumber dari komoditas pangan utama.

Ragam genetik tanaman aneka kacang dan umbi cukup besar, bahkan belum dioptimalkan penggunaanya; disampaikan oleh peneliti Balitkabi Dr Sholihin; Erliana Ginting MSc, Ir Arif Musaddad.  Berbagai umbi-umbian seperti garut, ganyong, talas, gembili, berpotensi sebagai pangan fungsional. Demikian pula aneka tanaman kacang-kacangan seperti komak, kacang tunggak; bahkan Balitkabi juga memiliki koleksi kecipir yang warna polongnya ungu tua. Kerjasama antara Balitkabi dan Sakata dirancang 2–5 tahun.

Paparan yang disampaikan oleh peneliti senior Balitkabi, menjadi perhatian pihak Sakata.  Perlu dilakukan kerjasama untuk melakukan eksplorasi dan evaluasi. Kedua aspek kegiatan tersebut tidak hanya bermanfaat untuk memperkaya koleksi plasma nutfah; tetapi juga akan dilakukan evaluasi terhadap kandungan nutrisi dan kegunaannya,  Menurut Pak Kamogawa, makanan fungsional yang berasal dari tanaman aneka kabi akan menjadi makanan yang eksotis dan berpeluang diminati oleh masyarakat Jepang.

Selain diskusi topik penelitian dan rencana kegiatan, juga dilakukan kunjungan ke koleksi plasma nutfah aneka tanaman kabi potensial, fasilitas lab pemuliaan dan UPBS dan Lab Pangan.  Sakata, apresiasi terhadap berbagai produk olahan asal ubijalar antosianin dan betakaroten tinggi dan ubikayu.  Sajian jus ubijalar ungu dan orange juga menarik perhatian pihak Sakata.  Teknologi pembuatan jus telah dimiliki Balitkabi, hanya produk massal dan pengemasan belum dikuasai oleh peneliti Balitkabi.  Pada akhir kunjungan di Balitkabi, didampingi oleh Erliana Ginting MSc dan Purwono, tamu Sakata diajak melihat pusat industri tempe di Sanan Malang. Semoga kerjasama dapat terlaksana dan membuahkan hasil yang memuaskan untuk kedua negara; harapan kita semua.  Sayonara…..

Dr. Tomohiro Kamogawa (Research and Development Divison; Genetic Resources Department) dan Dr. Eko Legowo sedang mencermati proses sortasi benih kedelai di UPBS Balitkabi.

Didampingi Ir. Erliana Ginting, MSc dan Dr. Muchlish Adie,  rombongan Sakata Seed Corporation mengunjungi Laboratorium Pasca Panen Balitkabi.

Pak Kamogawa dan Pak Eko ketika mengunjungi pusat industri tempe di Sanan Malang.