Berita » Ketua DWP Balitkabi : Mari Bestarikan Lingkungan

dwanita3

Semua orang ingin sehat karena sehat adalah kunci untuk menikmati hidup dan berkarya untuk mengisi kehidupan. Untuk itu selain makan makanan yang bergizi, kita harus selalu menjaga kebersihan lingkungan.  Demikian disampaikan Ir. Lilik Qomaria, ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Balitkabi. Dengan menciptakan suasana lingkungan yang BESTARI (bersih dan lestari), baik di kantor, di rumah, dan lingkungan sekitar akan lebih nyaman melaksanakan suatu aktifitas, pertemuan rutin Dharma , Rabu, 14 Maret 2012. Pertemuan ini dihadiri oleh para karyawati dan istri karyawan Balitkabi.

Selanjutnya Ibu Lilik berpesan, “Pada musim panca roba ini, kita harus waspada terhadap penyakit Demam Berdarah (DB)”. Penyakit DB disebabkan oleh virus dengue yang masuk ke peredaran darah manusia melalui gigitan nyamuk aedes aegypti. Gejala DB baru muncul saat seseorang yang pernah terinfeksi oleh salah satu dari empat jenis virus dengue (DEN-1, DEN-2, DEN-3, dan DEN-4) mengalami infeksi oleh jenis virus dengue yang berbeda. Sistem imun yang sudah terbentuk di dalam tubuh setelah infeksi pertama justru akan mengakibatkan kemunculan gejala penyakit yang lebih parah saat terinfeksi untuk ke dua kalinya. Seseorang dapat terinfeksi oleh sedikitnya dua jenis virus dengue selama masa hidup, namun virus yang sama hanya dapat menginfeksi satu kali karena adanya sistem imun tubuh yang terbentuk. Tindakan pencegahan/preventif lebih baik dilakukan daripada pengobatan yang memerlukan biaya besar. Tindakan pencegahan DB antara lain: menguras bak mandi sedikitnya 1 kali dalam seminggu, tutup semua genangan air yang tidak diperlukan, kubur semua kaleng-kaleng yang tidak terpakai. Dengan tindakan demikian tubuh akan mendapatkan lingkungan yang segar. Selain materi DB, bu Lilik juga berpesan kepada para ibu Dharma Wanita agar memanfaatkan sampah dedauan untuk pupuk kompos. “Sampah daun di Balai cukup banyak, sayang kalau dibakar. Mari ibu-ibu Dharma Wanita mengelola sampah daun tersebut menjadi pupuk kompos. Kita datangkan peneliti Balitkabi sendiri untuk mengajari proses pembuatan pupuk kompos tersebut”, ajak Ir. St. A. Rahayungningsih, MS, Peneliti Balitkabi bidang Pemuliaan Ubi Jalar. Sebelum pengumuman arisan, di pertemuan ini juga menampilkan demo alat kesehatan dan alat dapur.

Ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan Balitkabi saat menyanyikan Mars Dharma Wanita

Ir. Lilik Qomaria, ketua Dharma Wanita Persatuan (tengah) memperhatikan demo alat kesehatan dan alat masak