Berita ยป Khidmad di Upacara Akrab Saat Syukuran HUT RI ke-68

Rangkaian peringatan HUT RI ke-68 di Balitkabi berjalan khidmat dan tertib, diikuti oleh seluruh warga besar karyawan Balitkabi, KP Kendalpayak, KP Jambegede, siswa dan mahasiswa yang sedang praktik di Balitkabi. Dharma Wanita juga tak ketinggalan ikut berpartisipasi. Selesai upacara dilakukan tasyakuran. Tasyakuran juga dihadiri oleh pensiunan karyawan Balitkabi. Syukuran berlangsung penuh keakraban. Sehari sebelumnya diadakan jalan sehat bersama, aneka lomba yang berlangsung meriah penuh kegembiraan.
Karyawan dan karyawati Balitkabi patuh terhadap kode etik pegawai, karena pada tanggal 17 Agustus 2013 tidak ditemukan karyawan yang tidak hadir dalam apel upacara memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia. Apel dilakukan di lapangan kantor Balitkabi dengan pembina upacara Plh Ka Balai, Dr Yusmani Prayogo dan dikomandani oleh Cipto Prahoro SP. Dua Profesor riset, yaitu Prof Sudaryono dan Prof Arief Harsono, juga bertugas sebagai petugas upacara.
Gubernur Jawa Timur, dalam sambutan yang dibacakan oleh Dr Yusmani, antara lain menyatakan bahwa Jawa Timur merupakan salah satu provinsi yang dapat mencapai pertumbuhan ekonomi lebih tinggi di atas rata-rata nasional, dan mampu menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran Nasional. Pada kondisi sekarang ini, Jawa Timur dalam posisi on the track. Pertumbuhan ekonomi Jatim diperkuat dengan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Struktur PDRB Jatim didominasi oleh tiga sektor utama yaitu; (1) sektor perdagangan, (2) sektor industri, dan (3) sektor pertanian yang mempunyai kontribusi sebesar 72,98%. Prestasi Jatim dalam bidang ekonomi menjadikan Jawa Timur sebagai The Emerging Province, yaitu provinsi yang menjadi lokomotif ekonomi Indonesia, indikator tersebut dapat dilihat dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi, menurunnya jumlah kemiskinan, berkurangnya tingkat pengangguran terbuka (TPT), naiknya indeks pembangunan manusia (IPM), dan mengecilnya disparitas wilayah. Keberhasilan di bidang ekonomi tentu berdampak positif pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat Jatim. Angka pengangguran di Jatim juga mengalami penurunan signifikan dalam empat tahun terakhir. Upaya dalam menurunkan angka kemiskinan pun terus menjadi prioritas utama. Terbukti, pada TA 2010 angka kemiskinan di Jatim 15,26% turun menjadi 14,23% pada TA 2011, dan tinggal hanya 13,08% pada TA 2012. Penurunan tersebut mengindikasikan terjadinya peningkatan kesejahteraan masyarakat di Jatim. Indikasi peningkatan di bidang ekonomi tampak dari tingginya minat investor baik dari luar negeri dan luar provinsi untuk menanamkan modal di Jatim. Kondisi Jatim yang tertib, aman, dan damai menjadi magnit khusus bagi para investor. Kondisi tertib dan aman ini perlu terus kita pelihara agar para investor semakin meningkat di masa-masa yang akan datang.
Setelah upacara HUT RI, seluruh peserta upacara mengikuti tasyukuran dengan pemotongan tumpeng. Syukuran dipimpin oleh Kepala Subag Tata Usaha, Ir Wisnu Unjoyo. Sebelum santab bersama, didahului pembacaan doa oleh Dr Ghozi Mansyuri. Pemotongan tumpeng dilakukan oleh Dr Yusmani Prayogo yang diserahkan kepada Prof Astanto Kasno, peneliti senior mewakili karyawan Balitkabi.

Yusmani/Sutrisno/AW