Berita » Khitan, Pilar Keislaman Lelaki Muslim

r1khitan

Khitan tak hanya penting bagi kesehatan anak-anak lelaki muslim, namun juga simbol kesucian (fitrah). Makna khitan sebagai fitrah dapat dipelajari dari hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, an-Nisa I dan Ibnu Majah dan Ahmad, yang artinya: “Ada lima yang termasuk fitrah, yaitu berkhitan, mencukur rambut kemaluan, mencabut bulu ketiak, memotong kuku dan menggunting kumis”. Juga sabda Rosullullah SAW yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah yang berarti: “Barang siapa masuk Islam, hendaklah ia berkhitan walaupun sudah dewasa”.

  Bertitiktolak dari situlah dapat ditegaskan bahwa khitan merupakan langkah awal penyelamatan anak dari siksa api neraka, pendidikan dini untuk anak untuk berkorban, dan menjadikan anak sholeh. Demikian tutur K.H. Dr. M. Azir, Pembina Kerohanian Balitkabi, saat menyampaikan Hikmah Khitan di hadapan anak yang baru dikhitan bersama orang tua dan staf Balitkabi di Aula Balitkabi Senin (4/7) pagi. Bahkan, anak lelaki muslim yang belum dikhitan tidak sah menjadi imam.

Mereka sudah menegakkan pilar keislamannya. Sepuluh anak saat dikhitan di Aula Balitkabi, Senin (3/7/2011). Foto Sagitarius Oleh karena pentingnya khitan sebagai pilar keislaman bagi laki-laki muslim, dan membuka ladang ibadah bagi karyawan Balitkabi, Takmir Masjid Al Muttaqien Balitkabi melaksanakan khitan untuk 10 anak warga sekitar kantor Balitkabi dan tetangga karyawan Balitkabi. Khitanan massal sebagai acara tahunan Balitkabi diselenggarakan secara rutin sebagai bentuk kepedulian karyawan Balitkabi. “Ini merupakan yang ke-15” tutur Dr. Suharsono, Ketua Takmir Masjid Al Muttaqien, saat memberikan sambutan. Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya penyelenggaraan khitanan massal kali ini disesuaikan dengan liburan Sekolah Dasar, agar anak-anak yang akan dikhitan tidak terganggu sekolahnya. Para peserta yang dikhitan berasal dari beberapa daerah tak hanya sekitar kantor, namun banyak yang berasal jauh dari lokasi kantor Balitkabi. “Bahkan yang dari Kendalpayak, hanya satu orang”, kata Ir. Langgeng Sutrisno, Ketua Panitia Khitanan.

Sepuluh anak siap menjalani kefitrahan lewat khitan di Aula Balitkabi, Senin (3/7/2011) Foto Sagitarius.

Khitanan massal ini juga sangat membantu para orang tua yang secara ekonomis kurang beruntung. Para orang tua anak yang dikhitan sangat bersyukur  dengan adanya kegiatan ini. Hal ini disampaikan oleh wakil orang tua anak yang dikhitan yang diwakili oleh Bu Rini orang tua Adza Fauzan dan Pak Misdi, orang tua Fikri Ayatullah. “Saya sangat bersyukur” tuturnya pendek dan penuh rasa terima kasih. “Mudah-mudahan kegiatan khitanan ini dapat diselenggarakan tiap tahun” tutur Bu Rini.

Febri dan Winarto.