Berita ยป Kipas Sate: Kecap Nomer 1, karena Detam 1

sate

Produk kecap menggunakan varietas kedelai Detam 1

Inovasi Balitbangtan yang harus segera tiba di tangan pengguna (industri, petani) ditindaklanjuti oleh Balitkabi melalui kunjungan kepada industri kecap kedelai, UD Mustika Digdaya Probolinggo, 17 Maret 2021. Kunjungan dipimpin oleh Subkoordinator Substansi Jasa Penelitian Balitkabi, B.S. Koentjoro, M. Kom., bersama dengan Rudy Soehendi, Muchlish Adie, dan Ayda Krisnawati. Diterima langsung oleh Direktur UD Mustika Digdaya, Ahmad Mohammad Daeng Yewa.

Dituturkan oleh Pak Ahmad, yang didampingi oleh beberapa pengelola UD Mustika Digdaya, bahwa yang membedakan kecap yang diproduksinya dengan kecap lainnya adalah penggunaan resep atau ramuan legendaris. Yang tidak kalah pentingnya adalah penggunaan varietas kedelai hitam Detam 1, yang dihasilkan oleh Balitbangtan. Banyak keunggulan dari Detam 1 untuk bahan baku kecap, urainya lebih lanjut. Dari sisi proses produksinya, untuk menghasilkan kecap diperlukan waktu tidak kurang dari 3 bulan, inilah yang menjadikan produk kecapnya memiliki keunggulan dalam citarasa.

Saat ini, kebutuhan kedelai hitamnya berkisar 60 ton per bulan, untuk menghasilkan sekitar 20 ribu liter kecap. Varian produk kecapnya beragam, yakni kecap manis (jenis kental dan jenis agak encer/reguler), kecap asin, dan yang terbaru adalah produk kecap pedas. Variasi kemasannya juga beragam, mulai dari 140 ml, 275 ml, 525 ml, 600 ml, 610 ml, hingga kemasan 5 kg. Pasar kecapnya berada di Jawa Timur bagian timur, termasuk di Madura. Andalannya adalah kecap cap Kipas Sate, disamping yang lainnya adalah cap Rantang dan juga cap MB (Madure Bhiru).

Kerjasama dengan Balitkabi yang telah terjalin selama ini, diharapkan oleh Pak Ahmad, dapat terus dipertahankan, bahkan ditingkatkan untuk mendapatkan bahan baku kedelai hitam yang berkualitas tinggi. Ditegaskan oleh B.S. Koentjoro, tentu Balitkabi siap mendampingi hingga pengembangan produksi varietas kedelai Detam 1 di lapang, sehingga bahan baku yang digunakan terjamin mutunya, dan raihan hasil kedelainya di lapang juga menjadi optimal.

Sambil mengantarkan pulang, Pak Ahmad memperlihatkan tumpukan karton yang berisi kecap yang dipersiapkan untuk diekspor ke Belanda dan Australia.

AK

sate1 sate1 sate2 sate3
Aneka produk kecap kedelai dari UD Mustika Digdaya, termasuk kecap untuk ekspor (Rapindo)