Berita » Kiprah Balitkabi dalam Workshop “Penerapan Teknologi Budidaya Kedelai” di Sulbar

Berdasarkan sumber dari Dinas Pertanian dan Peternakan Prov. Sulbar, Program UPSUS pengembangan kedelai di Prov. Sulbar ditempuh melalui dua pendekatan, yaitu intensifikasi 1000 ha tersebar di 3 kabupaten (Polmas, Mamuju Utara dan Mamuju Tengah) masing-masing seluas 250 ha, 500 ha dan 750 ha, serta perluasan areal panen seluas 4.200 ha yang dipusatkan 4 kabupaten (Polmas 1.400 ha, Mamuju 600 ha, Mamuju Utara 1000 ha, dan Mamuju Tengah 1.200 ha). Sementara itu kebutuhan benih tahun 2016 untuk pengembangan kedelai seluas 5.200 ha diprediksikan sejumlah 260 ton.

Untuk mendukung program pengembangan kedelai tersebut di atas, maka tanggal 21−22 Juli 2016 bertempat di Dinas Pertanian dan Peternakan Prov. Sulawesi Barat mengadakan rapat koordinasi dan Workshop Penerapan Teknologi Budidaya Kedelai dihadiri para Kabid dan Penyuluh dari 6 kabupaten Sulbar.

Acara dibuka oleh Kepala Bidang Tan. Pangan Ir. Hj. Hajarani, M.M.A. Pada acara tersebut dua peneliti Balitkabi Prof. Dr. Subandi sebagai narasumber menyampaikan makalah “Potensi dan Pengembangan Pertanian khususnya Kedelai dan Dr. Suharsono, M.S. menyampaikan “Masalah Hama dan Penyakit Kedelai”.

Para peserta Workshop Penerapan Teknologi Budidaya Kedelai di Mamuju, 21−22 Juli 2016.

Para peserta Workshop Penerapan Teknologi Budidaya Kedelai di Mamuju, 21−22 Juli 2016.

Untuk ikut mendukung pengembangan kedelai yang menjadi salah satu program Dinas Pertanian dan Peternakan Prov. Sulbar telah diserahkan buku:

  1. Panduan Teknologi Produksi Benih Kedelai
  2. Masalah Hama, Penyakit dan Keharaan Tanaman Kedelai, serta
  3. Budidaya Kedelai. Pada kesempatan tersebut diserahkan pula benih 5 varietas kedelai unggul sebagai bahan benih sumber perbanyakan benih kedelai nantinya.
Penyerahan benih kedelai dan Buku Panduan Kedelai oleh Prof. Dr. Subandi kepada Ketut Indrayan S.TP mewakili Ka LPTP Sulbar.

Penyerahan benih kedelai dan Buku Panduan Kedelai oleh Prof. Dr. Subandi kepada Ketut Indrayan S.TP mewakili Ka LPTP Sulbar.

Kunjungan lapangan juga dilakukan di Kecamatan Kaluku untuk berdialog dengan petani dan pengrajin tahu-tempe serta menggali masalah dan kendala yang dihadapi. Kunjungan ini dimasukkan untuk melihat kondisi lapangan terkait minat petani menanam kedelai.

Dialog dengan Bapak Sumardi selaku Ketua Kelompok Tani Mekar Sari (kiri), serta dialog dengan pengrajin tahu-tempe di Desa Kalukku Barat, Kecamatan Kalukku Kab. Mamuju (kanan).

Dialog dengan Bapak Sumardi selaku Ketua Kelompok Tani Mekar Sari (kiri), serta dialog dengan pengrajin tahu-tempe di Desa Kalukku Barat, Kecamatan Kalukku Kab. Mamuju (kanan).

Hasil wawancara dengan Bapak Sumardi selaku Ketua Kelompok Tani Mekar Sari Desa Kalukku Barat, Kecamatan Kalukku Kab. Mamuju dapat disimpulkan minat petani menanam kedelai makin berkurang, walaupun di Desa Kalukku Barat berdiri perusahaan tahu dan tempe yang sampai saat ini masih melakukan produksi dengan kedelai asal impor.

Hal ini banyak dipengaruhi masalah non-teknis antara lain ketersediaan bahan mentah selalu terjamin, harga lebih murah, pembayaran dilakukan setelah produk terjual. Sedangkan mutu kedelai petani kurang bagus dan tidak memenuhi standar mutu untuk produk olahan tahu dan tempe.

Suharsono