Berita » Klaten Menuju Swasembada Benih Kedelai

Peneliti Balitkabi, petugas pertanian dan petani di lahan produksi benih kedelai  var. Grobogan di Desa Gombang. Klaten. 2019.

Peneliti Balitkabi, petugas pertanian dan petani di lahan produksi benih kedelai var. Grobogan di Desa Gombang. Klaten. 2019.

Kecamatan Cawas merupakan salah satu sentra produksi kedelai di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Namun demikian, kebanyakan petani masih menggunakan benih non sertifikat yang berasal dari hasil panen musim sebelumnya, atau dari desa maupun Kecamatan lain.

Pada tahun 2019 ini kedelai banyak diusahakan di lahan sawah pada Musim Kemarau (MK) 2 setelah padi. Kelompok Tani “Tani Mulyo” semakin bersemangat menjadi penangkar benih kedelai, karena didukung Balitbangtan melalui SL (Sekolah Lapang) Kedaulatan Pangan Terintegrasi Desa Mandiri Benih Kedelai. Dengan pendampingan intensif oleh BPTP Jawa Tengah dan bimbingan teknis produksi benih oleh Balitkabi Malang, anggota Kelompok Tani “Tani Mulyo” semakin paham mengenai teknik produksi benih kedelai. Mereka semakin sadar pentingnya penggunaan benih bermutu untuk meningkatkan produktivitas kedelai.

Bimbingan Teknis produksi benih kedelai telah dilaksanakan pada tanggal 20 September 2019 di Desa Gombang dengan narasumber dari Balitkabi Malang bersama BPTP Jawa Tengah. Bimtek diikuti oleh 35 orang petani dari Desa Gombang dan Desa Balak, PPL setempat, Petugas BPSB Tegal Gondo, dan Produsen Benih CV. Mekar Mulya Sari.

Produsen benih CV. Mekar Mulya Sari memiliki kapasitas pengelolaan benih 200-300 ton per musim untuk benih padi, kedelai, kacang tanah, dan kacang hijau. Pihak CV. Mekar Mulya Sari menyatakan akan membeli calon benih kedelai yang dihasilkan kelompok tani dengan harga sesuai pasar. Produsen benih CV. Mekar Mulya Sari akan membeli calon benih yang dihasilkan Kelompok Tani dari dua Desa tersebut, yakni var. Grobogan dari Desa Gombang dan var. Dega 1 di desa Balak. Pengusaha CV .Mekar Mulya Sari akan melakukan sertifikasi benih sekaligus mencarikan pasar benih tersebut. Benih ini dapat ditangkarkan kembali menjadi benih kedelai kelas SS 1.P

etugas dari CV. Mekar Mulya Sari, Bambang menyatakan akan membeli calon benih kedelai yang dihasilkan Kelompok Tani tersebut dengan harga Rp. 8.500,00 – 9.000,00/kg, dengan syarat benih dalam kondisi kering dan bersih.

BPTP Jawa Tengah, Ir. Parluhutan Sirait, M.S. merupakan penanggung jawab kegiatan ini. Tim dari BPTP Jawa Tengah tetap akan mendampingi petani hingga kegiatan berakhir. Narasumber dari Balitkabi, Prof. Dr. Didik Harnowo dan Ir. Fachrur Rozi, M.S sangat mengharapkan tumbuh dan berkembangnya penangkar benih kedelai berbasis komunitas di wilayah ini. Hal tersebut karena kegiatan penangkaran benih akan meningkatkan nilai tambah, sekaligus meningkatkan pendapatan petani. Jika hal tersebut terealisir, maka kebutuhan benih bermutu di Kecamatan Cawas bahkan Kabupaten Klaten akan terpenuhi. Kabupaten Klaten akan mampu berswasembada benih kedelai bermutu, yang akan meningkatkan produktivitas dan produksi kedelai di daerah tersebut.

FR