Berita » Kolaborasi Berbagai Pihak untuk Memajukan Ubikayu dan Menyejahterakan Petani

Dalam rangka mengawali kerjasama penelitian “Developing value-chains linkages to improve smallholder cassava production systems in Vietnam and Indonesia” yang didanai oleh ACIAR, maka pada tanggal 12 hingga 16 Januari 2016 sebanyak enam orang tim yang terdiri dari Rob Cramb (Univ. Of Queensland), Jonathan Newby (CIAT), Tin Maung Aye (CIAT), Prof. Wani Hadi Utomo (Unibraw), Erwin Ismu W (Univ. Tribuana), dan Kartika Noerwijati (Balitkabi) berkunjung ke Sumatera Utara.

Tujuan kunjungan ini adalah: 1) mengadakan pertemuan dengan PT Bumisari Prima yang merupakan pabrik tapioka di Pematang Siantar, 2) mengadakan pertemuan dengan Dinas Pertanian Kabupaten Simalungun, 3) mengadakan pertemuan dengan para petani dan pengepul ubikayu di Kabupaten Simalungun dan Pematang Siantar, serta 4) kunjungan lapangan ke lokasi demo plot ubikayu dan pertanaman ubikayu milik petani.

Mengawali diskusi dengan pihak PT Bumisari Prima, Prof. Wani Hadi Utomo menyampaikan secara umum tujuan dari kegiatan penelitian yang akan dilakukan adalah untuk meningkatkan nilai tambah ubikayu sehingga menguntungkan petani dan pihak industri.

Petani kecil diupayakan untuk dapat meningkatkan hasil ubikayunya sehingga pihak industri akan dapat memperoleh bahan baku dan diharapkan bisa diperoleh secara kontinue. Harapan ke depan, industri tapioka semakin maju dan petani semakin sejahtera, sehingga fokus kegiatan adalah pada petani kecil yang secara umum lemah dalam hal modal usahatani.

Karena saat ini industri tapioka menghadapi beberapa kendala yaitu harga bahan baku murah, sehingga harga tapioka juga murah, dan bahan baku tidak tersedia secara kontinue. Bapak Juwan Chandra selaku Direktur Utama PT Bumisari Prima menyampaikan bahwa pihak Bumisari menyambut baik dan mendukung sepenuhnya tujuan kegiatan penelitian ini, dan bersedia memberi bantuan bilamana diperlukan.

Pihak Bumisari berharap kegiatan penelitian lapang terkait budidaya ubikayu yang dilakukan dapat menemukan varietas yang cocok dikembangkan di dataran tinggi dan ada paket pemupukan yang bisa diterapkan di lahan petani Pematang Siantar khususnya untuk meningkatkan rendeman pati.

Suasana diskusi dengan PT Bumisari Prima di Pematang Siantar (a), suasana diskusi dengan Kepala Dinas Kabupaten Simalungun (b), demo plot beberapa varietas unggul ubi kayu di Pematang Siantar (c), dan kunjungan lapang ke lahan ubikayu di Pematang Siantar (d).

Suasana diskusi dengan PT Bumisari Prima di Pematang Siantar (a), suasana diskusi dengan Kepala Dinas Kabupaten Simalungun (b), demo plot beberapa varietas unggul ubi kayu di Pematang Siantar (c), dan kunjungan lapang ke lahan ubikayu di Pematang Siantar (d).

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Simalungun, Ir. Jan Posman Purba, juga menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan penelitian di Kabupaten Simalungun dan sangat setuju dengan tujuan kegiatan penelitian ini untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Pada tahun 2016, di Kabupaten Simalungun juga ada kegiatan pengembangan ubikayu seluas 400 hektar. Sehingga kegiatan penelitian ini dapat disinkronkan dengan kegiatan yang dilakukan oleh Distan Kabupaten Simalungun.

KN