Berita » Komersialisasi di Era Revolusi Industri 4.0

Penyampaian materi oleh Dr. Yan Rianto dari LIPI.

Penyampaian materi oleh Dr. Yan Rianto dari LIPI.

Era Revolusi Industri 4.0 merupakan suatu proses transformasi, yang tidak serta-merta bisa dilakukan sesaat. Balai Penelitian Teknologi Bahan Alam (BPTBA) LIPI melaksanakan Workshop tentang Global Commercialization Indonesia, SME’s for Industry 4.0, di Yogayakarta pada tanggal 15 November 2018. Peserta workshop sebagian besar adalah pelaku usaha kecil menengah, jajaran perindustrian, Bappeda dan perguruan tinggi. Peneliti Balitkabi Dr. M. Muchlish Adie mengikuti workshop tersebut.

Paparan yang disampaikan pada workshop: (1) Penelitian LIPI mendukung Industri 4.0 oleh Dr. Yan Rianto dari LIPI, (2) Peran ekonomi kreatif dalam mendorong perekonomian daerah oleh Maman Rahmawan, BEKRAF, Badan Ekonomi Kreatif, dan (3) e-smart IKM sebagai Implementasi Making Indonesia 4.0 bagi IKM oleh Sekretaris Direktorat Jenderal IKM, Kementerian Perindustrian.

Disampaikan bahwa Revolusi Industri 4.0, mendekatkan sedekat-dekatnya physical space ke cyber space. Revolusi Industri 4.0 merupakan feedback terhadap tuntutan kebutuhan manusia. Dicontohkan masyarakat Jepang yang semakin produktif dengan jumlah populasi manusia yang hampir stagnan, dan di sisi lain ada tuntutan pemenuhan kebutuhan kehidupan, disinilah penerapan cyber space diperlukan. Google map merupakan cyber space, diolah oleh manusia menjadi suatu kegiatan, aktivitas yang diperlukan oleh manusia. Tantangan yang terkait dengan Industri 4.0 adalah masih rendahnya kolaborasi litbang dengan sektor industri, infrastruktur penelitian untuk machine learning, regulasi dan skema insentif. LIPI telah menyiapkan big-data dan juga telah dioperasionalkan. Ekonomi kreatif diakui menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Hal ini terlihat dari jumlah pelaku ekonomi kreatif di Indonesia sebanyak 8.203.826 pelaku. E-smart merupakan tawaran bagi UMKM pada era saat ini. Kenyataan di masyarakat Indonesia, belanja on-line telah menjadi suatu kebutuhan, yang dibeli sebagian besar adalah barang impor, dan setiap transaksi umumnya di bawah 500 ribu.

Peserta workshop.

Peserta workshop.

Pada sesi diskusi, disampaikan bahwa setiap sub-sektor memiliki respon kecepatan yang berbeda terhadap penyesuaian Industri 4.0. Jangan dipaksakan semuanya berjalan cepat, biarkan UMKM berada dalam kondisi eksisting, sambil menyiapkan hal-hal yang diperlukan memasuki Industri 4.0. Kuncinya, optimalkan e-commerce.

MMA